Polri mengerahkan tiga kapal polisi, helikopter hingga tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk memperkuat operasi pencarian dan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu membawa 243 orang. Hingga perkembangan terakhir, 113 orang telah dievakuasi, terdiri atas 107 orang selamat dan enam meninggal dunia.
Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam pencarian.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri mengatakan, prioritas utama aparat bersama seluruh unsur terkait saat ini adalah menemukan, menyelamatkan, dan mengevakuasi penumpang serta awak kapal yang masih belum ditemukan.
“Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri telah mengerahkan tiga kapal polisi terdekat menuju lokasi kecelakaan.
KP Laksmana-7012 diberangkatkan dari Kalimantan Selatan dengan jarak sekitar 80 mil laut dan estimasi waktu tempuh tujuh jam.
Berikutnya, KP Ibis-6001 bergerak dari Kalimantan Tengah dengan jarak sekitar 103 mil laut dan estimasi perjalanan sembilan jam.
Sementara KP Manyar-5003 diberangkatkan dari Surabaya dengan jarak sekitar 200 mil laut dan estimasi waktu tempuh mencapai 24 jam.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga kapal polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya,” ujar Trunoyudo dilansir dari Antara.
Dukungan juga diberikan Polda Jawa Timur karena KM Virgo Transport 8 diketahui bertolak dari Surabaya.
Direktorat Polairud Polda Jawa Timur menyiapkan tim khusus untuk bergabung dalam operasi SAR dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.
Sementara itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Surabaya.
Posko tersebut menjadi salah satu pusat informasi bagi keluarga penumpang sekaligus berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin mengenai perkembangan pencarian serta penanganan korban.
Masyarakat dan keluarga penumpang dapat mengakses layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 atau layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.
Selain operasi pencarian, Polri mulai menyiapkan langkah identifikasi korban melalui tim DVI. Sebanyak enam posko DVI didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi apabila korban ditemukan.
“Polri juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” kata Trunoyudo.
Ia memastikan seluruh unsur Polri akan mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi.
Trunoyudo juga meminta masyarakat dan keluarga penumpang tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi.
“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

