AKP Desy Ratnasih Dewanti dari Polsek Mulyorejo memastikan laporan atas nama Krisna yang masuk ke kepolisian dan Radio Suara Surabaya pada Selasa (10/2/2026), soal begal bercelurit di Jalan Ir. Soekarno (MERR) adalah palsu.
“Setelah dikonfirmasi lagi, kemudian baru akhirnya dia mengaku bahwa dia melakukan pelaporan palsu. Tadi malam (baru terungkap laporannya palsu). Karena setelah hari Selasa laporan itu, dia ditelpon tidak mengangkat, di WA juga tidak dibalas, tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.
Desy pun menerangkan kronoligi pelaporan palsu yang dilakukan Krisna. Polsek Mulyorejo menerima laporan tersebut pada Selasa (10/2/2026), jam 1 pagi.
“Sekitar jam 1 pagi waktu itu. Dia melaporkan bahwa sudah terjadi perampasan motornya, dia dipepet oleh tiga motor katanya ditodong celurit. Pada saat itu setelah dia melaporkan akhirnya langsung anggota kami cek TKP,” ungkap Desy di Radio Suara Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Namun kepolisian mengendus adanya kejanggalan pada pelaporan tersebut. Lantaran di sekitar lokasi yang diklaim sebagai tempat pembegalan, ada patroli polisi. Tapi saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Krisna mengaku tidak ada polisi yang berpatroli di lokasi kejadian.
“Dia bilang kan pukul 23.15 WIB kejadiannya, sedangkan tidak jauh dari situ itu ada anggota kami yang sedang melaksanakan patroli, kurang lebih hanya 100 meter. Nah anggota kami yang sedang berpatroli itu juga tidak tahu ada kejadian itu gitu,” katanya.
Namun polisi tidak membuat kesimpulan sebelum penyelidikan berakhir.
“Kami tanya satpam di sekitar TKP, juga tidak tahu ada kejadian itu begitu. Hari Selasa paginya kami cek CCTV ya ternyata benar kami cari tidak ada,” tambahnya.
Semakin polisi menggali kebenaran dari kasus tersebut, tidak ditemukan fakta kalau pembegalan pernah terjadi. Sampai akhirnya Krisna mengakui kebohongannya.
“Kita menggiring dia untuk menceritakan semuanya yang dia tahu gitu. Nah, dari cerita-cerita itu kok kayaknya janggal. Tapi kita tidak langsung mau menjudge bahwa itu laporan palsu, namun kita cari data-datanya gitu,” ujarnya.
Saat ditanya bagaimana penanganan Krisna, Desy menjawab sudah ditangani pihak kepolisian. “Sudah langsung ke Polrestabes sekarang,” jawab Desy.
Terkait kasus kriminal yang meresahkan masyarakat Surabaya, Desy memastikan setiap harinya pihak kepolisian selalu berpatroli untuk menjaga keamanan.
“Kami harap masyarakat, jangan terlalu takut karena kami dari pihak kepolisian di setiap malam akan selalu berjaga di sepanjang jalan, sampai dengan pagi hari,” pungkasnya.
Terkait pelaporan yang masuk ke gatekeeper Radio Suara Surabaya, pasti didata dengan detail dan harus dilengkapi laporan kepolisian. Lantaran tidak sedikit kasus kriminal yang diterima sepanjang penyiaran Kelana Kota.(lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
