Ia menerangkan ponpes menerima 1.000 porsi MBG setiap hari untuk kelas SMP dan SMA. Sementara kejadian keracunan menimpa sekitar 450 santri.
“(Santri lain) kita masih lihat kondisi, tiap 15 menit kontrol keliling pesantren juga. Harapannya tidak nambah lagi, kita upaya juga alternatif minum air degan hijau,” ungkapnya lagi.
Selain memastikan seluruh santri sakit tertangani, ia juga menyebut aktivitas belajar mengajar dan mengaji di ponpes berhenti sementara sembari menunggu kesehatan para santri pulih.
Estimasinya, butuh waktu seminggu agar semua santri bisa punya waktu istirahat pascakeracunan.
“Kita kasih izin untuk istirahat di rumah masing-masing. Yang sudah dikasih izin oleh pihak kesehatan. Baik dari tim dokter semuanya kalau sudah diperbolehkan pulang, boleh pulang ke rumah dan kita kasih dispensasi mereka. Yang penting kalau sudah sehat bisa kembali lagi.
Harapannya mungkin 1 minggu ke depan lah sudah selesai,” bebernya lagi.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat data terakhir pukul 11.45 WIB jumlah korban keracunan 566, dengan 123 di antaranya sedang dirawat. (lta/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

