Sektor peternakan Jawa Timur terus menunjukkan performa gemilang dan memegang peranan strategis sebagai salah satu pusat suplai protein hewani terbesar di Indonesia. Berbagai komoditas unggulan seperti ayam petelur, ayam pedaging, sapi perah, dan sapi potong berkembang pesat serta menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
Di antara itu, drh. Iswahyudi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Peternakan Jawa Timur mengungkapkan kalau komoditas sapi perah paling menonjol. Tercatat, Jatim menguasai hingga 60 persen populasi sapi perah nasional yakni, mencapai sekitar 301.000 ekor dari total 500.000 ekor di seluruh Indonesia.
“Populasi sapi perah di Jatim ini memang ditopang oleh daerah-daerah sentra utama yang memiliki produktivitas tinggi seperti, Pasuruan, Malang, dan Batu yang secara konsisten menyokong pasokan susu nasional,” kata Iswahyudi, saat onair di Radio Suara Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Selain sapi perah, sektor peternakan sapi potong di Jawa Timur juga mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Kabupaten Sumenep bahkan tercatat memiliki populasi sapi potong terbesar di Asia dengan jumlah mencapai hampir 400.000 ekor.
Sementara untuk menjaga mutu dan produktivitas jangka panjang, pengembangan genetik ternak sapi di Jawa Timur dilakukan secara modern dan terukur.
“Untuk menjaga produktivitas, kami mengandalkan penerapan teknologi reproduksi canggih, seperti kawin suntik melalui inseminasi buatan serta transfer embrio,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri yang meliputi komoditas ayam petelur, ayam pedaging, sapi, dan susu, produk peternakan Jawa Timur juga telah menembus pasar global. Berbagai produk peternakan berkualitas tinggi, kata Iswahyudi, kini rutin diekspor ke mancanegara.
Komoditas ekspor andalan tersebut meliputi produk telur, Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari, sapi, susu premium, hingga berbagai produk daging olahan.
Negara-negara tujuan ekspor produk peternakan asal Jawa Timur pun kian meluas, mencakup Singapura, Jepang, Timor Leste, hingga Uni Emirat Arab.
“Keberhasilan menembus pasar ekspor ini membuktikan bahwa standar kualitas peternakan di Jawa Timur telah memenuhi kualifikasi internasional,” ungkapnya.
Adapun melalui kombinasi populasi ternak yang masif, penerapan teknologi genetik modern, serta perluasan pangsa pasar ekspor, sektor peternakan Jawa Timur optimistis dapat terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian daerah secara berkelanjutan.(kir/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

