Peralatan tersebut terutama dibutuhkan di wilayah yang secara rutin menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Dilansir dari Antara, Prabowo juga menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Rencana tersebut mencakup penguatan berbagai sarana pendukung untuk menghadapi karhutla maupun jenis bencana lainnya.
Dalam rapat tersebut, Prabowo turut mengungkap rencana pemanfaatan kapal induk dari Italia yang nantinya masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal itu akan dimodifikasi untuk mendukung operasi helikopter dan drone.
Menurut Prabowo, kapal tersebut dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Setiap helikopter diperkirakan mampu mengangkut sekitar 4-5 ton air untuk mendukung pemadaman kebakaran melalui operasi udara.
Pemerintah juga akan meningkatkan pemanfaatan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Prabowo meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan yang paling efektif untuk menunjang teknologi tersebut.
“Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” kata Presiden. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

