Minggu, 8 Februari 2026

Prabowo: Sekarang Pupuk Terjangkau dan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI saat Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Minggu (8/2/2026). Foto: Antara

Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa pemerintah berhasil menjamin ketersediaan pupuk bagi petani secara adil, cukup, dan dengan harga yang lebih terjangkau sejak awal masa pemerintahannya.

Dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2025), Prabowo mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

“Saya sudah buktikan, Pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan,” katanya seperti dikutip Antara.

Presiden melanjutkan, capaian bersejarah terjadi di sektor pangan, yakni cadangan beras nasional yang juga berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Menurutnya, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah menunjukkan keberhasilan pengelolaan pangan nasional.

Dia menegaskan, sejak 31 Desember 2025 lalu, Indonesia telah mencapai swasembada beras. Selain itu, Pemerintah optimistis dalam waktu dekat Indonesia juga akan mencapai swasembada jagung.

“Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, Pemerintah juga bertekad menurunkan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi dalam negeri serta distribusi pangan yang lebih efisien.

Selain penguatan produksi, Prabowo memaparkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun. Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu-ibu, dan lanjut usia.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat program tersebut meningkat menjadi 82,3 juta orang sebelum akhir tahun 2026.

“Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu dan orang-orang tua dan insya Allah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” tandasnya.(ant/zan/rid)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 8 Februari 2026
24o
Kurs