Data ante mortem yang dikumpulkan mencakup berbagai informasi mengenai korban sebelum meninggal dunia.
Dilansir dari Antara, data tersebut nantinya digunakan bersama sampel DNA dan informasi pendukung lainnya dalam proses identifikasi.
Setelah seluruh data dan sampel terkumpul, Tim DVI memasuki tahap rekonsiliasi. Pada tahap ini, berbagai data korban dibandingkan dan dicocokkan dengan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga.
Bayu mengatakan proses identifikasi dilakukan secara bertahap dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) DVI internasional. Prosedur tersebut diterapkan untuk memastikan proses identifikasi berlangsung teliti dan akurat.
“Proses identifikasi ini kami lakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian mutlak dan akurasi tinggi. Kami juga memastikan pendampingan serta pelayanan terbaik bagi keluarga korban tetap berjalan optimal selama seluruh proses DVI ini berlangsung,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

