Perubahan arah subduksi lempeng dari wilayah Sumatera menuju Selat Sunda juga disebut membuka jalur magma menuju permukaan. Kondisi itu membuat material magma lebih cepat terakumulasi dan membentuk tubuh gunung.
PVMBG juga meminta masyarakat tidak panik terkait kemungkinan keruntuhan tubuh gunung atau flank collapse yang dapat memicu tsunami.
“Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, karena tubuhnya sekarang ketinggiannya masih sekitar 150-an meter dan slope-nya (kemiringan lereng) juga masih landai. Jadi sekali lagi, saat ini kalau terjadi runtuhan itu tidak akan menyebabkan tsunami,” ucap Rita.
PVMBG memastikan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi setiap perubahan aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

