Rabu, 22 Juli 2026

Ratusan Angkot Kepung Kantor Dishub Jatim, Frontage A. Yani Ditutup

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ratusan angkot terparkir di depan Kantor Dishub Jatim memggelar demo soal jalur transit Bus Trans Jatim di Medaeng, Rabu (22/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Pantauan suarasurabaya.net di lokasi, ratusan angkot mengepung ruas jalan tepat di depan Kantor Dishub Jatim. Kendaraan tersebut diparkir sebagai bentuk unjuk rasa, sehingga arus lalu lintas di depan kantor tidak dapat dilalui kendaraan umum.

Akibat aksi ini, akses Jalan Frontage Ahmad Yani di depan Kantor Dishub Jatim untuk sementara ditutup oleh aparat kepolisian. Petugas mengalihkan kendaraan ke jalur utama A. Yani guna menghindari kemacetan di lokasi aksi.

Kemudian terkait tuntutan aksi hari ini, terpantau salah satu spanduk yang dipasang di beberapa angkot bertuliskan tentang penolakan terhadap transit bus Trans Jatim di Medaeng.

Supriyadi salah satu perwakilan sopir angkot menyampaikan, tuntutan hari ini kepada Dishub Jatim agar mengkaji ulang soal jalur transit Bus Trans Jatim di Medaeng.

Dia meminta agar Dishub Jatim hanya menggunakan titik Transit Medaeng khusus untuk Koridor 2 Trans Jatim, bukan Koridor 1 maupun Koridor 4.

Sebuah spanduk bertulisan tuntutan soal transit Bus Trans Jatim di Medaeng dalam unjuk rasa ratusan sopir angkot di depan Kantor Dishub Jatim, Rabu (22/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Menurut Supriyadi, kebijakan yang berlaku saat ini membuat pendapatan para sopir anjlok sampai 80 persen.

“Kami menuntut supaya Transit Medaeng dikhususkan untuk Koridor 2, bukan Koridor 1 dan bukan Koridor 4. Dengan kondisi sekarang, omzet kami turun sampai 80 persen,” katanya.

Akibat menurunnya pendapatan, banyak sopir angkot yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga sampai terpaksa berutang kepada rentenir.

“Setiap hari kami pulang ke rumah hanya membawa pertengkaran. Bertengkar dengan sesama sopir di jalan, bertengkar dengan anak istri di rumah karena kurang setoran. Kami sampai harus berutang kepada rentenir,” ujarnya.

Sementara itu, situasi di lokasi terpantau kondusif. Massa aksi sebagian besar masih berada di luar kantor Dishub Jatim. Sedangkan perwakilan pendemo sudah masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi.

Sementara itu, petugas kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi sekaligus mengatur rekayasa lalu lintas di kawasan Frontage Ahmad Yani. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 22 Juli 2026
31o
Kurs