Sabtu, 5 September 2026

Rencana Bansos Tunai, Pemerintah Siapkan Uji Coba Kuartal I-II 2027

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tiba di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Selasa (9/6/2026). Foto: Antara

Pemerintah berencana menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk transfer tunai langsung pada kuartal I hingga II 2027.

Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengatakan, pemerintah saat ini masih melakukan pengolahan dan pemutakhiran data penerima bansos agar bantuan dapat diberikan lebih tepat sasaran.

“Kami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba,” kata Luhut saat ditemui di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Luhut, skema penyaluran bansos nantinya diarahkan menggunakan transfer tunai.

Namun, pemerintah tetap menyiapkan mekanisme pengawasan agar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan.

“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujarnya dilasir dari Antara.

Mengenai besaran bantuan, Luhut menyebut pemerintah tengah menghitung nilai bantuan sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena keputusan akhir berada di tangan Prabowo Subianto Presiden RI.

“Nanti tergantung Presiden, kalau kelihatan nanti karena penghematan kami hitung, bisa Rp1.200 triliun,” kata Luhut.

Selain mengubah mekanisme penyaluran, pemerintah juga tengah mengembangkan sistem digital untuk meningkatkan akurasi data penerima bansos. Sistem tersebut akan diintegrasikan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Verifikasi penerima bantuan juga direncanakan menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Masyarakat yang telah memenuhi kriteria akan menerima bantuan melalui mekanisme transfer tunai.

Sementara itu, warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum mendapatkan bantuan akan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggah.

“Jadi akan targeted dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan, pengembangan sistem tersebut dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan mengevaluasi hasil uji coba sebelum mekanisme baru penyaluran bansos diterapkan secara lebih luas. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 5 September 2026
25o
Kurs