Sabtu, 7 Maret 2026

Reza Pahlavi Putra Shah Iran Nyatakan Siap Pimpin Pemerintahan Pasca-Wafatnya Ali Khamenei

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Reza Pahlavi adalah Pangeran Mahkota terakhir dari Negara Kerajaan Iran dan kepala dari Dinasti Pahlavi. Foto: Aljazeera

Reza Pahlavi putra dari Shah terakhir Iran yang diasingkan, menyatakan siap memimpin Iran dalam proses transisi politik pasca wafatnya Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran.

Pernyataan itu disampaikan Pahlavi setelah menurutnya, ia menerima banyak permintaan dari warga Iran baik di dalam maupun luar negeri agar memimpin proses perubahan politik di negara tersebut. Selain itu, ia juga menyerukan kepada negara-negara Arab agar bersiap mengakui pemerintahan transisi di masa depan.

“Rakyat Iran telah meminta saya untuk memimpin transisi setelah rezim ini berakhir. Saya telah menerima tanggung jawab itu,” kata Pahlavi seperti dilansir kantor berita News18, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan bahwa mandat yang diberikan kepadanya termasuk mengembalikan hubungan luar negeri Iran ke kondisi yang lebih normal.

“Bagian dari mandat besar yang mereka berikan kepada saya adalah mengembalikan bangsa kami dan hubungan luar negeri kami ke kondisi normal. Saya akan melakukan itu. Komitmen saya adalah memastikan transisi berjalan tertib, negara stabil, dan rakyat Iran menentukan masa depan mereka melalui kotak suara. Rakyat Iran telah membuat pilihan mereka — dengan harga yang sangat mahal. Sekarang saya meminta teman-teman kami di dunia Arab untuk bergabung dengan kami. Bersiaplah untuk mengakui dan bekerja sama dengan pemerintahan transisi kami,” ujar Pahlavi dalam pernyataan video yang diunggah di akun X miliknya.

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan bahwa Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tewas pada Sabtu akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.

Reza Pahlavi merupakan putra tertua dari Mohammad Reza Pahlavi. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi paling menonjol terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.

Selama bertahun-tahun, Pahlavi berulang kali menyerukan kepada rakyat Iran untuk melakukan protes terhadap pemerintahan Republik Islam. Ia juga mendorong penggantian rezim yang berkuasa serta mengadvokasi hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara Barat dan Israel.

Lahir pada 1960, Pahlavi hidup di pengasingan sejak Iranian Revolution yang menggulingkan pemerintahan monarki ayahnya. Sejak saat itu ia menjadi salah satu suara penting dalam gerakan oposisi Iran, dengan mendorong pemerintahan sekuler, perlindungan hak asasi manusia, serta reformasi demokratis di negara tersebut.

Dalam berbagai pernyataannya, Pahlavi kerap memposisikan diri sebagai simbol perubahan bagi warga Iran yang menginginkan alternatif kepemimpinan selain pemerintahan ulama di Tehran.(bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
31o
Kurs