Rumah Sakit (RS) Menur Provinsi Jawa Timur atau yang sekarang berganti nama menjadi Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono, terus melakukan transformasi besar-besaran untuk mendobrak stigma negatif yang selama ini melekat pada fasilitas kesehatan jiwa.
drg. Vitria Dewi Direktur RS Menur mengungkapkan rumah sakit rujukan tipe A ini hadir dengan wajah baru yang lebih inklusif, humanis, dan berbasis digitalisasi untuk menjawab tantangan masalah kesehatan mental yang kian kompleks.
“Salah satu terobosan penting yang dihadirkan adalah pemanfaatan teknologi untuk memangkas kendala administratif, khususnya verifikasi keluarga inti bagi pasien perantau atau korban percobaan bunuh diri. Melalui fitur video call, petugas dapat langsung memverifikasi pihak keluarga atau pengampu sementara tanpa menghambat tindakan medis darurat yang harus segera diberikan kepada pasien,” katanya, saat onair dalam Radio Suara Surabaya, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, untuk meruntuhkan stigma “malu dan takut” yang identik dengan rumah sakit jiwa, RS Menur meluncurkan inovasi layanan Ojo Bingung.
“Layanan konsultasi ini gratis berbasis pesan singkat dan WhatsApp Call (0811919870), sehingga menjangkau masyarakat umum dari berbagai daerah, bahkan bisa diakses oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri seperti Hong Kong, Malaysia, Australia, hingga Yaman,” ungkapnya.
NOW ON AIR SSFM 100

