Tak berhenti di situ, RS Menur juga merespons lonjakan kasus percobaan bunuh diri dan self-harm di kalangan Gen Z dengan menyediakan fasilitas unik berupa Mosaic Co-Working Space di Gedung Trividya. Ruang ini didesain santai seperti cafe, lengkap dengan fasilitas listrik, internet, dan kudapan gratis, serta didampingi oleh psikolog profesional yang siap menjadi teman cerita tanpa biaya hingga pukul 20.00 WIB.
“Anak-anak muda sekarang kesadarannya tinggi dan tidak malu lagi mencari bantuan. Namun, tantangannya kerap muncul dari orang tua yang belum sepenuhnya paham. Oleh karena itu, edukasi kepada keluarga inti terus kami kencangkan,” ungkapnya.
Selain menyembuhkan gejala medis pasien, pendekatan komprehensif juga diterapkan pada proses pemulihan pasien.
drg. Vitria menerangkan, RS Menur membekali pasien dengan berbagai keterampilan psikososial dan relasi sosial agar siap bersosialisasi kembali secara mandiri dan diterima utuh oleh masyarakat setelah selesai masa perawatan.
Selain berfokus pada kesehatan jiwa, RS Menur kini mengembangkan layanan umum (non-jiwa) serta program Terapi Nang Omah (layanan home care), yang mana tim dokter dan terapis rehabilitasi medis akan mendatangi langsung rumah pasien lansia atau pasien dengan keterbatasan fisik untuk memberikan perawatan terstandar secara berkala.
NOW ON AIR SSFM 100

