Sehingga untuk mengatasi hal ini, RSUD Dr. Soetomo bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terus merapikan sistem rujukan terpadu agar penanganan pasien gawat darurat dapat berjalan lebih tertata dan aman.
“Prinsip utama kami adalah patient safety dan kepuasan pasien. Kami tidak pernah menolak pasien yang membutuhkan pertolongan. Lewat sistem triase yang cepat, pasien langsung dikategorikan sesuai tingkat kegawatdaruratannya. Jika bukan kasus gawat darurat, pasien akan kita arahkan ke poliklinik,” ungkapnya.
Selain membenahi alur IGD, RSUD Dr. Soetomo juga mengadopsi teknologi modern untuk mendukung efisiensi pelayanan.
Di bidang medis dan operasional, penggunaan teknologi robotik mulai diterapkan, mulai dari tindakan bedah (robotic surgery) pada spesialisasi ortopedi, digestif, hingga obgyn. Pemanfaatan robotik juga menjangkau sektor farmasi serta laboratorium (total automation laboratory).
Prof. Cita menjelaskan, inovasi digital juga diperkuat melalui Sistem Informasi Pasien Soetomo (SIPPS) yang memudahkan pasien dan dokter mengakses hasil pemeriksaan laboratorium maupun radiologi secara cepat dan real-time.
NOW ON AIR SSFM 100

