Sabtu, 20 Juni 2026

Donor Darah di Suara Surabaya bersama RSUD Dr Soetomo Tembus 200 Pendonor

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Salah satu peserta donor darah, diberikan alkohol antiseptik untuk mencegah infeksi saat jarum dimasukkan ke pembuluh darah, Sabtu (20/6/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Rangkaian 43 Tahun Suara Surabaya Media masih terus berlangsung. Pada Sabtu (20/6/2026) pagi ini, rangkaian perayaan ulang tahun Suara Surabaya dilanjut dengan kegiatan donor darah, khitan massal, hingga bakti sosial (baksos) periksa mata dan pemberian kacamata gratis.

Pantauan suarasurabaya.net, untuk kegiatan donor darah sudah tembus 200-an peserta sejak pagi tadi. Ini menandakan antusiasme masyarakat yang ingin berbagi, dengan mendonorkan darah.

Adit Jufriansyah Ketua Panitia 43 Tahun Suara Surabaya menerangkan, donor darah menjadi salah satu cara berbagi untuk sesama tanpa modal.

“Misal kalau kita mau membantu seseorang lewat materi, tapi kita sendiri juga lagi terbatas, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan berdonor,” katanya pada suarasurabaya.net, Sabtu (20/6/2026).

Pasien menjalani screening awal sebelum mendonorkan darah dalam rangkaian 43 Tahun Suara Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Selain itu dengan kebiasaan berdonor, masyarakat akan secara otomatis menjaga kesehatannya agar tetap bisa membantu. Biasanya dengan menjaga pola makan, menerapkan gaya hidup sehat, sampai menjaga pola tidur.

“Karena memang sebelum donor darah biasanya kan ada screening. Dan nggak semua orang lolos di tahapan screening itu karena alasan kesehatan juga,” tambahnya.

Adapun Dr Betty Agustina Tambunan Kepala Instalasi Tranfusi Darah RSUD Dr Soetomo menambahkan, untuk menjadi pendonor, pasien harus dalam keadaan sehat. Seperti, tekanan darahnya normal, kadar hemoglobin sesuai standar, dan lain sebagainya.

“Tahapan donor sebenarnya cukup panjang. Selain screening awal, nanti juga ada screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) setelah darah pasien diambil, untuk mengetahui adanya penyakit menular lain seperti, Hepatitis, HIV, hingga Sifilis. Nanti kalai sudah dipastikan negatif semua, baru hasil donor tersebut boleh dipakai pasien yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menurut Dr Betty, donor darah secara rutin memberikan beragam manfaat bagi pendonor. Salah satunya adalah memberi efek lebih fresh karena oksigenasi tubuh menjadi lebih lancar.

“Memang, donor darah ini melancarkan oksigenasi dari peredaran darah. Karena, sel darah merah itu usianya 120 hari. Jadi kalau misalnya donor, maka pabrik atau sumsum tulang akan memproduksi sel darah yang baru,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dr. Betty, rutin melakukan donor darah sekaligus dapat melakukan screening rutin gratis untuk mengetahui penyakit-penyakit infeksi.

“Jadi kalau donor darah kan screening-nya dua kali. Screening awal dan lanjutan untuk mengetahui adanya penyakit menular,” tutupnya.(kir/bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 20 Juni 2026
32o
Kurs