Sabtu, 12 September 2026

Rusia-Ukraina Saling Serang, Pabrik Baja hingga Industri Karet Jadi Sasaran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim penyelamat bekerja di sebuah gedung hunian bertingkat yang rusak akibat serangan di Odesa, Ukraina pada Sabtu (12/9/2026) dini hari waktu setempat. Foto: AFP

Rusia dan Ukraina kembali saling menyerang infrastruktur industri masing-masing di tengah berlanjutnya perang yang memasuki tahun kelima.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu (12/9/2026) menyatakan, pasukannya menyerang sejumlah fasilitas industri di Ukraina, termasuk pabrik baja Zaporizhstal di Kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara.

Rusia juga mengklaim telah menyerang kompleks Interpipe Steel di Kota Dnipro serta sejumlah pabrik di Kryvyi Rih, wilayah selatan Ukraina yang merupakan kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Menurut laporan Interfax, dua kapal kargo juga terkena serangan pada malam hari di pelabuhan Chornomorsk, Laut Hitam.

Serangan Rusia tersebut terjadi setelah Ukraina melancarkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas industri di wilayah Samara, Rusia. Interfax melaporkan, serangan itu mengutip keterangan Vyacheslav Fedorishchev Gubernur Samara.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, salah satu drone menghantam fasilitas Togliattikauchuk di Samara.

Dilansir dari Aljazeera, pabrik tersebut memproduksi karet sintetis dan bahan aditif bahan bakar yang digunakan dalam bahan bakar untuk rudal Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut pasukannya menembak jatuh 230 drone Ukraina dalam semalam. Drone tersebut dilaporkan beroperasi di lebih dari selusin wilayah Rusia, serta di atas Crimea dan perairan Laut Azov dan Laut Hitam.

Ilya Sukhikh Wali Kota Togliatti mengatakan, beberapa bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Satu orang juga dilaporkan terluka.

Di wilayah Rostov, serangan terpisah menyebabkan empat properti komersial terbakar di Kota Taganrog. Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Taganrog Svetlana Kambulova, seperti dilaporkan kantor berita Rusia TASS.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, infrastruktur energi, fasilitas pertahanan, dan pusat logistik menjadi salah satu sasaran utama serangan Rusia.

Serangan tersebut ditujukan untuk mengganggu produksi persenjataan Ukraina serta jaringan pasokan dan energi.

Ukraina juga menjalankan kampanye serangan jarak jauh terhadap infrastruktur industri Rusia. Sejumlah kilang minyak Rusia menjadi sasaran serangan drone, yang berpotensi mengganggu pendapatan perang Moskow sekaligus memicu gangguan pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Serangan terbaru terjadi ketika Zelenskyy disebut kepada penyiar Jerman Deutsche Welle menyatakan kesediaannya bertemu Vladimir Putin Presiden Rusia dalam KTT G20 di Florida pada Desember, dengan syarat keduanya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan tersebut. (saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 12 September 2026
27o
Kurs