Jumat, 9 Oktober 2026

Rutin Adakan Doa Bersama Selama 15 Tahun, LPMK Lidah Wetan Berangsur Temukan Legenda Sawunggaling

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
(Dari kiri) Heri Purwadi Kadisbudporapar Kota Surabaya, Andy Bocor Ketua Sembrani Bumi Nusantara, dan Cak Moel Ketua Paguyuban Lidah Sawunggaling, saat onair dalam program Semanggi Suroboyo Radio Suara Surabaya, Jumat (9/10/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Lebih dari menceritakan sejarah, kelompok Sembrani Bumi Nusantara sekaligus menciptakan generasi mendatang untuk bisa memahami, mengerti, dan menghormati terkait seni dan budaya.

“Dalam Semberani Bumi Nusantara kita itu menciptakan dan memberikan wawasan terkait kesejatian diri. Artinya, sebelum kita menjadi petarung di luar, kita harus menjadi petarung di dalam diri kita sendiri. Sama seperti simbol patung Ayam Jago yang ada di Jalan Raya Lidah, yang berarti kita harus menjadi jagoan untuk diri sendiri sebelum jagoan di luar,” ungkapnya.

Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut mendukung penuh upaya-upaya pelestarian legenda seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat Lidah Wetan, terkait legenda Sawunggaling.

Heri Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Kadisbudporapar) Kota Surabaya menyampaikan, salah satu cara yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan mendukung LPMK saat menggelar suatu acara yang menyangkut tentang legenda Sawunggaling.

“Pemkot Surabaya hadir sebagai regulator mewadahi semua seni budaya yang ada di Kota Surabaya. Suatu budaya seni yang tumbuh dan berkembang dan diakui turun-temurun dan sampai sekarang. Bahkan Pemerintah Kota Surabaya juga mendukung terkait dengan keberadaan monumen Ayam Jago yang ada di Lidah,” tutupnya.(kir/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
33o
Kurs