Lebih dari menceritakan sejarah, kelompok Sembrani Bumi Nusantara sekaligus menciptakan generasi mendatang untuk bisa memahami, mengerti, dan menghormati terkait seni dan budaya.
“Dalam Semberani Bumi Nusantara kita itu menciptakan dan memberikan wawasan terkait kesejatian diri. Artinya, sebelum kita menjadi petarung di luar, kita harus menjadi petarung di dalam diri kita sendiri. Sama seperti simbol patung Ayam Jago yang ada di Jalan Raya Lidah, yang berarti kita harus menjadi jagoan untuk diri sendiri sebelum jagoan di luar,” ungkapnya.
Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut mendukung penuh upaya-upaya pelestarian legenda seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat Lidah Wetan, terkait legenda Sawunggaling.
Heri Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Kadisbudporapar) Kota Surabaya menyampaikan, salah satu cara yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan mendukung LPMK saat menggelar suatu acara yang menyangkut tentang legenda Sawunggaling.
“Pemkot Surabaya hadir sebagai regulator mewadahi semua seni budaya yang ada di Kota Surabaya. Suatu budaya seni yang tumbuh dan berkembang dan diakui turun-temurun dan sampai sekarang. Bahkan Pemerintah Kota Surabaya juga mendukung terkait dengan keberadaan monumen Ayam Jago yang ada di Lidah,” tutupnya.(kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

