Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal untuk membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Rizky Dwianto Koordinator Operasi SAR mengatakan, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan armada dan personel gabungan.
“Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dilansir dari Antara.
Pencarian dari udara menggunakan helikopter atau pesawat belum dapat dilakukan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar. Kondisi tersebut membuat penggunaan pesawat berisiko dan belum memungkinkan untuk saat ini.
Sebagai alternatif, tim SAR akan memanfaatkan dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka. Drone tersebut akan diterbangkan di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk membantu pencarian dari udara.
“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ujar Rizky.
Sebelumnya, pencarian dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kapal kemudian bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, karena kondisi laut dan jarak pandang tidak mendukung pencarian pada malam hari.
“Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” kata Rizky.
Dalam operasi pencarian, tim mengerahkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung.
Tim juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang membawa para jurnalis bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
“Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujarnya.
Informasi mengenai kemungkinan keberadaan rombongan jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan. Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat untuk memperluas area pencarian.
Sementara itu, berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, terdapat lima sarana utama yang disiagakan dan seluruhnya berstatus siap digerakkan.
Sarana tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten.
Operasi juga melibatkan potensi SAR dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Unsur gabungan tersebut antara lain USS Pandeglang, Kantor SAR Banten, kru KN SAR Tetuka, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal dan Posal Sumur/Labuan, Ditpolairud Mabes, Babinsa Carita, Satpol PP, pemerintah desa dan kecamatan, Potensi SAR Banten, Balawista, media lokal, serta nelayan dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, sejumlah awak media dilaporkan hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, rombongan dilaporkan hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.
Data sementara Basarnas mencatat, sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian, termasuk M. Bagus Khoirunnas pewarta foto LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas. Dua orang lainnya masih dalam proses pendataan. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

