Sabtu, 19 September 2026

Selebgram Jule Terseret Jaringan Vape Etomidate dan Jalani Rehabilitasi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Selebgram Julia Prastini atau Jule. Foto: Instagram @juliaprt7

Selebgram Julia Prastini atau Jule terseret dalam pengungkapan kasus peredaran rokok elektronik atau vape, yang mengandung etomidate. Polisi menyebut hasil tes urine Jule positif menggunakan zat tersebut.

AKP Michael Kharisma Tandayu Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengatakan, keterlibatan Jule terungkap setelah polisi menangkap dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).

“Awalnya kami melakukan pembuntutan. Kami menangkap dua orang wanita berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat,” kata Michael di Tangerang, Sabtu (19/9/2026).

Dari keduanya, polisi menyita 27 cartridge vape yang mengandung etomidate, obat bius yang digunakan untuk membuat pasien cepat tidak sadarkan diri sebelum menjalani prosedur medis darurat. Hasil pemeriksaan kemudian menemukan adanya transaksi dan bukti pengiriman barang kepada Jule.

“Polisi kemudian bergerak mengamankan Jule di sebuah apartemen Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil tes urine, dinyatakan positif menggunakan zat etomidate,” jelasnya.

Meski ikut diamankan, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menempatkannya dalam program rehabilitasi.

Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada seorang warga negara China berinisial XC yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran tersebut.

Dari tangan XC, polisi menyita 71 cartridge vape berisi etomidate. Total empat orang diamankan dalam kasus ini, dengan tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni RR, RN, dan XC.

“Sehingga ini tuntas dari bandar sampai pemakai. Total ada empat orang yang kita amankan, di mana tiga orang di antaranya kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Michael.

Polisi menyebut jaringan tersebut beroperasi sejak Juli 2026. Para pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp700 ribu dari setiap cartridge yang dijual.

“Sindikat tersebut beroperasi sejak bulan Juli dengan keuntungan mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge. Pemasaran dilakukan secara tertutup melalui jaringan pertemanan atau dari mulut ke mulut,” katanya. (ant/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 19 September 2026
28o
Kurs