Spanyol, Meksiko, dan Brasil menyerukan kepada Amerika Serikat untuk membuka ruang dialog yang “sincere dan penuh rasa hormat” dengan Kuba di tengah memburuknya krisis kemanusiaan yang melanda negara Karibia tersebut.
Seruan bersama ini disampaikan pada Sabtu (18/4/2026), sebagai respons atas situasi ekonomi dan sosial Kuba yang semakin tertekan.
Ketiga negara itu juga meminta AS segera berdialog dengan Kuba sesuai hukum internasional dengan “menegaskan kembali perlunya menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip integritas teritorial, kesetaraan kedaulatan, serta penyelesaian sengketa secara damai,” sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.
Selain itu, dalam pernyataan ketiganya, mereka mengimbau AS agar tidak ada tidak melakukan “tindakan yang memperburuk kondisi hidup penduduk atau melanggar hukum internasional.”
Mereka juga menyatakan komitmen untuk memperkuat respons kemanusiaan secara terkoordinasi guna mengurangi penderitaan warga.
Dalam konteks diplomasi, Spanyol, Meksiko, dan Brasil menegaskan kembali komitmen terhadap hak asasi manusia, nilai demokrasi, dan multilateralisme, dengan tujuan mendorong solusi berkelanjutan serta memastikan rakyat Kuba dapat menentukan masa depan mereka secara bebas.
“Tujuannya haruslah menemukan solusi yang berkelanjutan untuk situasi saat ini dan memastikan bahwa rakyat Kuba sendiri yang menentukan masa depan mereka dengan kebebasan penuh,” demikian isi pernyataan yang dikutip Anadolu.
Sampai saat ini, Kuba telah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang ditandai dengan kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik bergilir, serta keterbatasan akses terhadap makanan dan obat-obatan.
Pejabat Kuba mengaitkan sebagian besar kesulitan tersebut dengan sanksi AS yang telah berlangsung selama puluhan tahun, sementara pejabat AS berpendapat bahwa masalah ekonomi struktural lah yang menjadi penyebabnya. (ily/saf/iss)








