Status kelayakan penerima bantuan sosial (Bansos) kini bisa berubah dalam hitungan menit melalui Perlinsos Digital. Sistem ini bisa mempercepat proses sanggah bagi warga yang datanya tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya mengatakan, perubahan paling terasa yaitu kecepatan masyarakat mendapatkan informasi layanan sosial, termasuk status kelayakan bansos.
“Yang paling dirasakan, perubahan secara mendasar ini signifikan sekali adalah informasi yang langsung bisa diterima, terkait layanan sosial yang lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran,” kata Antiek saat on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (2/10/2026).
Sebelumnya, proses sanggah data bansos butuh waktu panjang. Warga yang dinyatakan tidak layak harus lebih dulu mengajukan sanggah melalui RT/RW, kelurahan, kemudian lanjut ke kecamatan, Dinas Sosial, hingga aplikasi Sistem Next Generation (SNG). Hasil perubahan data pun baru bisa diketahui sekitar tiga bulan kemudian.
Tapi, lewat Perlinsos Digital, proses itu bisa dilakukan langsung di lokasi. Antiek mencontohkan, Dinsos Surabaya pernah mendatangi seorang lansia setelah ada laporan yang masuk melalui hotline Wali Kota Surabaya.
Saat dicek melalui Perlinsos, lansia tersebut tercatat tidak layak menerima bantuan karena masuk desil 6 sampai 10. Padahal, berdasarkan kondisi di lapangan, yang bersangkutan benar-benar membutuhkan bantuan.
“Padahal yang bersangkutan benar-benar tidak mampu. Sehingga di saat itu juga kami melakukan sanggah, bantu, karena beliau lansia tidak punya infrastruktur digital. Saya juga sebagai agen, jadi saya juga langsung membantu dengan teman-teman di saat itu juga, dan ternyata karena desilnya yang tidak layak maka kami bisa melakukan sanggah,” ujar Antiek.
Dalam proses sanggah itu, petugas angsung mengisikan formulir dan mengunggah foto kondisi rumah warga. Setelah data pendukung dimasukkan, status kelayakan warga itu bisa berubah hanya dalam beberapa menit.
“Dengan mengisi form yang langsung difoto kondisi rumah dan sebagainya, langsung bisa dalam beberapa menit muncul. Yang bersangkutan jadi (layak),” katanya.
Antiek menyebut, selain mempercepat layanan untuk masyarakat, Perlinsos Digital juga membantu kerja Dinas Sosial. Sebab, alasan seseorang dinyatakan layak atau tidak layak bisa terlihat lebih transparan melalui sistem.
Sementara terkait agen Perlinsos, kata Antiek, tidak hanya berasal dari ASN. Pemkot Surabaya juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari ketua RT, ketua RW, kader KSH, hingga aparatur pemerintah.
“Di Surabaya ini sebenarnya tidak hanya ASN. Kami sudah melibatkan banyak stakeholder, salah satunya ketua RT, ketua RW, kader KSH, kemudian aparatur sipil negara,” kata Antiek.
Pada kesempatan yang sama, Adi Nugroho Wakil Koordinator Gugus Tugas Harian Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah mengatakan, pemerintah mendorong warga menggunakan agen yang dikenal dan dipercaya, terutama tetangga sendiri. Pendekatan itu dilakukan melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
“Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini kan tetangga kenal satu sama lain. Melalui agen yang berasal dari tetangganya, harapannya itu terpercaya,” kata Adi yang juga Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PAN RB
Sementara itu, Eddy Christijanto Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya menjelaskan, warga yang ingin menjadi agen Perlinsos bisa mendaftar secara mandiri melalui portal resmi. Namun, pendaftar harus memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Mereka nanti syaratnya tetap sama, harus sudah IKD. Kalau belum IKD, mereka tidak akan bisa menjadi agen Perlinsos,” kata Eddy. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

