Dalam kesempatan itu, Trump kembali menyatakan dirinya layak menerima Nobel Perdamaian. Ia mengklaim telah menyelesaikan delapan perang, termasuk konflik antara India dan Pakistan.
“Salah satu saja dari delapan perang ini, Anda bisa mendapat Nobel. Saya menyelesaikan delapan. Tidak ada presiden yang pernah melakukannya,” kata Trump.
Ia kemudian mengkritik Komite Nobel Perdamaian dan Norwegia, negara tempat penghargaan itu berasal. Menurutnya, Amerika Serikat yang ia wakili sebagai presiden semestinya menerima penghargaan tersebut.
“Amerika Serikat, yang diwakili oleh saya sebagai presiden kalian, seharusnya menerima Nobel Perdamaian, tetapi tidak. Ini noda yang tidak terhapuskan bagi Norwegia,” ujarnya.
Ia juga menuding penghargaan Nobel Perdamaian telah kehilangan kredibilitas karena dipengaruhi kelompok ideologis radikal.
NOW ON AIR SSFM 100

