“Nobel Perdamaian telah selamanya didiskreditkan oleh segelintir ideolog radikal yang anti-demokrasi dan benar-benar musuh peradaban,” kata Trump.
Cibiran juga disampaikan Trump di platform Truth Social miliknya. Ia lagi-lagi mengaku tidak mengenal sosok Pillay dan menyebut tidak banyak orang yang tahu tentangnya.
“Saya tidak tahu apa pun tentang perempuan ini, dan begitu juga orang lain. Sepengetahuan saya, tidak ada yang pernah mendengar tentang dia, selain fakta bahwa dia sangat jelas membenci Israel,” tulis Trump.
Pillay sendiri merupakan ahli hukum asal Afrika Selatan. Ia pernah menjabat sebagai hakim dan presiden International Criminal Tribunal for Rwanda, hakim di International Criminal Court, serta Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada 2008–2014.
Ia juga memimpin penyelidikan PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki pada 2021–2025. Komisi tersebut menyatakan Israel melakukan genosida di Jalur Gaza, temuan yang ditolak Israel.
Komite Nobel menyebut Pillay berperan penting dalam upaya menuntut kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida. Komite juga menilai kerja Pillay telah memperluas dampak hukum internasional.(bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

