Tim SAR Gabungan menemukan empat benda saat mencari delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Al Amrad Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengatakan, seluruh benda ditemukan saat KN SAR Tetuka melakukan penyisiran selama sekitar 10 jam di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau, Sabtu (12/9/2026).
Temuan pertama berupa jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB.
“Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan jerigen minyak berwarna biru,” kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu malam.
Tim kemudian melanjutkan pemantauan dan penyisiran di sekitar wilayah pencarian. Pada Sabtu pukul 12.33 WIB, petugas kembali menemukan sebuah helm berwarna merah.
Penyisiran dilanjutkan hingga sore. Pada pukul 17.10 WIB, tim menemukan jaket pelampung berwarna oranye. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan jaket berwarna oranye.
“Dan pada pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan jaket berwarna oranye,” ujar Al Amrad dilansir dari Antara.
Meski demikian, Basarnas belum memastikan apakah keempat benda tersebut berkaitan dengan kapal cepat yang membawa delapan orang yang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Al Amrad mengatakan, seluruh temuan akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi Tim SAR Gabungan untuk menentukan strategi pencarian selanjutnya.
“Kami akan mengevaluasi hasil pencarian hari ini, temuan akan menjadi dasar untuk melakukan perluasan pencarian,” katanya.
Pada hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara dengan membagi wilayah pencarian menjadi sejumlah sektor di perairan Selat Sunda.
Delapan orang yang masih dalam pencarian sebelumnya berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima orang di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu. (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

