Ia menilai, kemampuan memahami karakter soal perlu dilatih sebelum TKA berlangsung, agar murid terbiasa dalam menghadapi variasi soal dan siap menentukan jawaban.
Dinas Pendidikan Jatim juga mendorong sekolah memperkuat mata pelajaran wajib maupun pilihan yang diambil murid. Untuk mata pelajaran wajib, penguatan di antaranya dilakukan pada Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Jatim tidak menetapkan satu target nilai yang sama untuk seluruh murid. Menurutnya, kemampuan dan karakter setiap murid berbeda sehingga capaian yang diharapkan juga tidak dapat diseragamkan.
“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” tuturnya.
Sementara itu, Moh Zainuri Kepala SMAN 4 Surabaya yang sekolahnya mulai melakukan simulasi mengatakan, simulasi dilakukan dengan mengambil lima murid dari setiap kelas untuk mengecek kesiapan perangkat dan teknis pelaksanaan.

NOW ON AIR SSFM 100

