Sebanyak 418.012 murid SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur (Jatim) mulai mematangkan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui simulasi di sekolah menjelang pelaksanaan TKA pada 26 Oktober – 8 November 2026.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah sekaligus membiasakan murid menghadapi pola dan karakter soal TKA.
“Yang kita harapkan anak-anak bukan hanya menyiapkan bagaimana mereka belajar tentang akademik yang diujikan di TKA, tapi yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisiknya,” katanya, Selasa (22/9/2026).
Aries mengatakan, simulasi TKA saat ini mencakup pengecekan tempat pelaksanaan dan perangkat komputer. Selain itu, murid juga dilatih memahami beragam bentuk soal yang akan dihadapi saat tes.
“Simulasi pertama adalah tempat dan komputernya. Yang kedua, bagaimana anak-anak kita membaca dan memahami isi soal-soal yang ada,” ujarnya.
Ia menilai, kemampuan memahami karakter soal perlu dilatih sebelum TKA berlangsung, agar murid terbiasa dalam menghadapi variasi soal dan siap menentukan jawaban.
Dinas Pendidikan Jatim juga mendorong sekolah memperkuat mata pelajaran wajib maupun pilihan yang diambil murid. Untuk mata pelajaran wajib, penguatan di antaranya dilakukan pada Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Jatim tidak menetapkan satu target nilai yang sama untuk seluruh murid. Menurutnya, kemampuan dan karakter setiap murid berbeda sehingga capaian yang diharapkan juga tidak dapat diseragamkan.
“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” tuturnya.
Sementara itu, Moh Zainuri Kepala SMAN 4 Surabaya yang sekolahnya mulai melakukan simulasi mengatakan, simulasi dilakukan dengan mengambil lima murid dari setiap kelas untuk mengecek kesiapan perangkat dan teknis pelaksanaan.
Selain itu, sekolah juga melakukan penguatan materi melalui pendampingan guru dan pelatihan dari pihak eksternal, serta melibatkan orang tua dan akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk memberikan motivasi kepada murid.
“Kalau kami, semua mata pelajaran diperkuat, termasuk mata pelajaran pilihan. Sekarang proses pendampingan,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasil simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan penguatan yang masih diperlukan.
Seperti diketahui, data Dindik Jatim mencatat, sebanyak 4.140 SMA, SMK dan SLB telah mendaftar TKA. Dari sekitar 434.966 murid yang terdata, sebanyak 418.012 murid tercatat sebagai peserta. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

