Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz, menyusul kegagalan perundingan untuk mengakhiri perang dengan Iran di Islamabad, Pakistan.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa langkah blokade akan segera dimulai dan melibatkan sejumlah negara lain.
“Blokade akan segera dimulai. Negara lain juga akan terlibat. Iran tidak akan diizinkan mengambil keuntungan dari tindakan pemerasan ilegal ini,” kata Trump seperti dikutip kantor berita Anadolu, Senin (13/4/2026).
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas dunia. Sejak konflik memanas, Iran diketahui membatasi pergerakan kapal di wilayah tersebut, yang berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Trump juga mengungkapkan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang diduga membayar “biaya” kepada Iran.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar tol kepada Iran,” ujarnya.
Kegagalan perundingan di Islamabad disebut dipicu penolakan Iran terhadap tuntutan utama AS, terutama terkait penghentian ambisi nuklir Teheran.
Trump mengaku telah menerima laporan lengkap dari JD Vance Wakil Presiden AS, Steve Witkoff utusan khusus, serta Jared Kushner menantunya yang terlibat dalam negosiasi tersebut.
Trump menilai kesepakatan yang sempat dibahas sebenarnya lebih baik dibanding melanjutkan operasi militer, namun isu kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi garis merah yang tidak bisa ditoleransi.
“Semua poin yang disepakati tidak berarti jika kekuatan nuklir berada di tangan pihak yang tidak stabil dan sulit diprediksi,” tegasnya.
Selain itu, Trump juga mengumumkan rencana pembersihan ranjau di Selat Hormuz serta melontarkan peringatan keras terhadap Iran. “Setiap pihak Iran yang menyerang kami atau kapal damai akan dihancurkan,” ujarnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
