Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Washington saat ini tengah melakukan negosiasi dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, menyusul insiden penembakan jatuh drone Iran oleh jet tempur AS di Laut Arab.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka sekarang,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
Meski demikian, Trump tidak merinci lebih jauh bentuk, saluran, maupun substansi perundingan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa proses komunikasi antara kedua negara memang sedang berlangsung.
“Ya, mereka sedang bernegosiasi,” ujar Trump singkat seperti dikutip kantor berita Anadolu, Rabu (4/2/2026).
Pernyataan itu muncul tak lama setelah militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone milik Iran di Laut Arab. Drone tersebut sebelumnya dilaporkan terbang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari pengerahan kekuatan AS di Timur Tengah.
Menurut pejabat pertahanan AS, drone Iran itu dianggap berpotensi mengancam keselamatan armada laut Amerika, sehingga jet tempur AS mengambil tindakan pencegahan dengan menembaknya sebelum mencapai jarak berbahaya.
Trump sendiri mengaitkan insiden tersebut dengan dinamika hubungan AS-Iran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia menyebut bahwa Teheran sebelumnya sempat memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan, namun kesempatan itu gagal dimanfaatkan.
“Mereka sebenarnya punya kesempatan untuk melakukan sesuatu beberapa waktu lalu, tetapi itu tidak berhasil. Lalu kami melakukan Operasi Midnight Hammer,” kata Trump.
Meski tidak menjelaskan secara detail operasi yang dimaksud, Trump menyiratkan bahwa langkah militer AS di masa lalu menjadi faktor pendorong Iran untuk kembali ke meja perundingan.
“Saya rasa mereka tidak ingin hal itu terjadi lagi. Tapi mereka ingin bernegosiasi,” lanjutnya. (bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
