Menurutnya, AS dan Iran sepakat mengambil jeda perundingan selama satu pekan sampai rangkaian pemakaman Khamenei selesai. Selama masa jeda itu, ia menyebut kedua pihak tidak akan saling menyerang. Sebelumnya, Trump juga mengatakan AS memberi Iran “libur satu pekan” untuk pemakaman.
“Kami mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kami menghantam Iran habis-habisan. Mereka sangat ingin berdamai. Mereka ingin berdamai sekali. Kami memberi mereka libur satu pekan untuk pemakaman karena kami baik,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 36 tahun, meninggal pada 28 Februari lalu. Kematian itu terjadi pada hari pertama AS dan Israel tiba-tiba menyerang Iran, yang kemudian memicu perang di Timur Tengah.
Spekulasi mengenai jadwal akhir prosesi pemakaman Khamenei sendiri sudah muncul sejak Maret. Dalam hukum Islam, jenazah biasanya dimakamkan secepat mungkin, idealnya dalam 24 jam. Namun, pemakaman Khamenei menjadi pengecualian karena Iran saat itu berada dalam kondisi perang.
Iran memilih 4 Juli, bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya AS, sebagai awal rangkaian pemakaman Khamenei.

NOW ON AIR SSFM 100

