Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengalihkan sebagian kegiatan perkuliahan ke sistem daring menyusul aksi demonstrasi dan penyegelan gerbang kampus.
Sementara untuk kegiatan administratif, UINSA menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi pegawainya.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan Selasa (22/9/2026) dan berlangsung selama dua hari.
Retno Indriati Katim Humas UINSA mengatakan, pelaksanaan perkuliahan daring maupun sistem WFA masih bersifat sementara sembari menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan.
“Detail pelaksanaan kebijakan tersebut nantinya akan dituangkan dalam nota dinas atau Nodin pimpinan,” katanya saat dihubungi suarasurabaya.net pada Selasa (22/9/2026).
Sementara itu, untuk kebijakan setelah dua hari tersebut, pihak kampus juga masih menunggu arahan pimpinan lebih lanjut.
Seperti diketahui, aksi demontrasi oleh mahasiswa UINSA telah berlangsung tiga kali sejak Akhmad Muzakki ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia untuk menjabat sebagai rektor dua periode.
Demonstrasi pertama dilakukan mahasiswa pada Rabu (16/9/2026) dengan tuntutan utama mendesak Akhmad Muzakki mundur dari jabatan rektor.
Aksi perdana tersebut sempat memanas dan terjadi pembakaran sejumlah papan nama ucapan dan menyegel gedung rektorat.
Aksi kedua dilakukan pada Kamis (17/9/2026) dengan tetap menyuarakan penolakan terhadap Akhmad Muzakki menjabat rektor dua periode UINSA.
Namun, dua hari tersebut massa aksi tidak ditemui rektor dan tidak mendapat tanggapan apapun dari rektor.
Selang tiga hari, pada Senin (21/9/2026) aksi mahasiswa kembali dilanjutkan dengan membakar ban di depan kampus UINSA di Jalan A Yani, Surabaya dan menyegel gerbang utama kampus.
Di hari tersebut, mahasiswa juga mendirikan tenda posko untuk menolak Akhmad Muzakki.
Imbas aksi demonstrasi tersebut, sejumlah dosen tidak bisa masuk ke kampus dan kuliah diputuskan untuk digelar sebagian secara daring.
Hingga berita ini ditulis, Akhmad Muzakki belum memberi keterangan resmi apapun soal demonstrasi tersebut. Muzakki juga belum menemui mahasiswa selama tiga hari turun aksi. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

