Selasa, 29 September 2026

Unusa Catat Lebih dari 50 Persen Lulusan K3 Sudah Bekerja

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam prosesi wisuda ke-22 di Surabaya, pada Selasa (29/9/2026). Foto: Unusa

Lebih dari 50 persen wisudawan Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tercatat sudah bekerja sebelum mengikuti wisuda.

Catatan tersebut diumumkan Unusa dalam rangkaian wisuda ke-22 di Surabaya pada Selasa (29/9/2026).

Zulfi Ahmad Ruhan wisudawan D-IV K3 Unusa mengatakan, banyak mata kuliah yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga membantu mahasiswa setelah lulus.

“Ada beberapa mata kuliah di Unusa yang tidak ada di kampus lain. Bahkan kampus negeri, jadi saya merasa beruntung bisa masuk di sini,” katanya.

Saat ini, Zulfi sudah bekerja di salah satu perusahaan di Cikarang yang bergerak dibidang keramik dan kaca.

Naufal Bafiq Belvatrivano wisudawan K3 lainnya menambahkan, sertifikasi K3 yang difasilitasi kampus juga mempermudah lulusan untuk melakukan ujian sertifikasi tanpa perlu mencari tempat di luar kampus.

“Adanya sertifikasi ini juga membantu lulusan untuk lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Naufal saat ini tercatat telah diterima kerja di salah satu perusahaan batu bara di Kalimantan Utara.

Prof. Tri Yogi Yuwono Rektor Unusa menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan untuk menghadapi dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Pertama, ia menekankan pentingnya ketekunan dan kerja keras karena lulusan telah memasuki dunia lebih kompetitif dengan bersaing dengan lulusan lain dari berbagai perguruan tunggi.

“Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” katanya.

Kedua, ia menekankan agar lulusan menjaga integritas, adab, dan empati yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tidak cukup lulusan hanya mengandalkan kompetensi profesional, tetapi harus mengedepankan nilai moral dalam menjalankan profesi.

“Pesan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan AI dan disrupsi teknologi. Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” ucapnya.

Ketiga, ia meminta agar lulusan tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.

“Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” ujarnya.

Seperti diketahui, Unusa mengukuhkan 1.038 wisudawan dalam wisuda ke-22. Dari seluruh wisudawan tersebut, 14 orang merupakan non-muslim dan 11 di antaranya meraih predikat lulus sangat memuaskan. (ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 29 September 2026
27o
Kurs