Dari keterangan Nisa, MDR terakhir terlihat mengenakan kaus putih, celana pendek hitam, dan sandal selop berwarna biru. Ia memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter, berperawakan kurus, berambut pendek, berkumis tipis, serta memiliki tahi lalat di dahi sebelah kiri.
Nisa saat itu menjelaskan bahwa MDR memiliki gangguan kesehatan jiwa dan menjalani rawat jalan serta membutuhkan obat secara rutin. “Mengonsumsi obat, saat ini rawat jalan di RS Menur (Surabaya),” kata Anisa dalam laporannya saat itu.
Menurut keluarga, MDR biasanya keluar rumah dengan pendampingan. Namun, saat kejadian, langkahnya tidak berhasil dikejar hingga akhirnya keluarga kehilangan jejak dan melaporkannya kepada kepolisian serta menyebarkan informasi melalui media sosial.
Tim Suara Surabaya pun kemudiana langsung memposting laporan hilangnya MDR itu ke platform Facebook e100 Suara Surabaya, sebelum akhirnya menerima laporan dari Muhibuddin soal meninggalnya MDR tersebut pada Kamis (23/7/2026) petang. Radio Suara Surabaya pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat atas meninggalnya MDR. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

