Minggu, 11 Oktober 2026

Wasekjen PBNU Ajak Nahdliyin Jaga Persatuan dan Adab Jelang Muktamar Ke-35

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
KH Ma'shum Faqih Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Foto: Ponpes Langitan

Gus Ma’shum menegaskan, dinamika menjelang Muktamar merupakan hal wajar dalam organisasi sebesar NU. Perbedaan gagasan, pilihan, maupun pandangan tentang masa depan organisasi harus ditempatkan dalam koridor musyawarah dan tradisi pesantren yang mengedepankan penghormatan kepada sesama.

Ia meminta seluruh pihak menahan diri dari penggunaan media sosial sebagai ruang untuk menyerang kehormatan pribadi, menyebarkan tuduhan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ataupun membangun persepsi negatif terhadap sesama kader dan pengurus NU.

“Silakan berbeda pendapat. Silakan mempunyai pilihan. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan adab. Jangan karena Muktamar, sesama warga NU kemudian saling mencaci, memfitnah dan menjatuhkan kehormatan satu sama lain,” ucap Gus Ma’shum.

Menurutnya, jabatan dalam NU bukanlah hadiah ataupun tujuan akhir perjuangan, melainkan amanah dan ruang pengabdian. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus dipandang sebagai pihak yang memikul tanggung jawab besar untuk melayani jam’iyah, jamaah, pesantren, dan umat.

Gus Ma’shum juga mengingatkan bahwa Muktamar pada akhirnya akan selesai, kepengurusan akan berganti, namun persaudaraan di antara warga NU harus tetap terjaga. Karena itu, ia berharap seluruh pihak berpikir jauh melampaui kontestasi dan dinamika menjelang Muktamar.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
32o
Kurs