KH Ma’shum Faqih Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh elemen NU atau Nahdliyin agar menjaga persatuan, ketenangan, serta menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Gus Ma’shum, sapaan akrabnya, dalam keterangan di Jakarta, Senin (25/6/2026), mengatakan Muktamar NU harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan konsolidasi jam’iyah, bukan justru menjadi arena saling menjatuhkan lewat pembentukan opini, fitnah, maupun narasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah warga NU.
“Jangan membuat warga NU resah dengan membangun opini yang menjatuhkan, menyebarkan fitnah, apalagi menggunakan cara-cara yang tidak beradab. Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang biasa, tetapi adab dan akhlak tidak boleh ditinggalkan,” katanya, seperti dilaporkan Antara.
Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, ini mengingatkan bahwa NU merupakan jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang dibangun para ulama dan kiai dengan landasan khidmah. Karena itu, orientasi utama ber-NU semestinya bukan perebutan kekuasaan, posisi, maupun kepentingan politik.
“Kita ini tidak sedang berebut posisi atau jabatan politis. Kita sedang berkhidmah untuk umat. Kalau niat kita benar-benar khidmah, maka tidak perlu saling menjatuhkan, apalagi mengorbankan persaudaraan hanya karena berbeda pilihan atau pandangan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

