Guna melanjutkan capaian ini, WHO dan UNICEF menyatakan akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan berfokus pada beberapa aspek, yakni menjangkau anak-anak yang belum diimunisasi, khususnya di komunitas kurang terlayani dan sulit dijangkau; memperluas cakupan vaksin guna mencegah penyakit prioritas seperti campak-rubela, polio, dan infeksi paru-paru; serta memperkuat sistem imunisasi rutin dan pemantauan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk melalui data tingkat lokal untuk mengidentifikasi dan menjangkau anak-anak yang terlewatkan.
Langkah-langkah nasional ini merupakan bagian dari sasaran yang lebih luas di Kawasan Pasifik Barat, guna memastikan masyarakat terlindungi oleh vaksin sepanjang hidupnya. Berbagai negara dan mitra terkait berupaya memangkas hingga separuh jumlah anak yang belum mendapatkan vaksin esensial, mencapai serta mempertahankan eliminasi campak dan rubela, sekaligus memperluas akses vaksin di segala usia, termasuk imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks.
Imunisasi disebut tetap menjadi salah satu investasi terbaik bagi kesehatan masyarakat. Setiap US$1 yang diinvestasikan untuk imunisasi diperkirakan dapat menghasilkan manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi bernilai hingga US$54, melalui pencegahan penyakit, penurunan pengeluaran layanan kesehatan, pencegahan wabah, serta dukungan terhadap terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.(iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

