Selasa, 27 Februari 2024

Pemerintah Bentuk Rencana Nasional Keselamatan Untuk Tekan Lakalantas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Brigjen Aan Suhanan (tengah) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri saat ditemui usai acara "Retrospeksi Korban Kecelakaan Lalu Lintas" di Taman Lalu Lintas Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (5/12/2023). Foto: Antara

Pemerintah membentuk Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

“Rencana umum tersebut mencakup lima pilar yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan korban pasca-kecelakaan,” ujar Brigjen Aan Suhanan Plt. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Dilansir Antara, Aan mengatakan hal ini berangkat dari keprihatinan soal masih tingginya angka lakalantas di Indonesia, yang pada Januari – November 2023 mencapai 134 ribu kejadian.

“Kecelakaan lalu lintas Januari – November ini ada 134 ribu kejadian, itu yang terdata di kita, artinya yang melapor ke polisi, karena banyak juga yang tidak lapor polisi karena sudah diselesaikan sendiri (oleh masyarakat),” ungkapnya.

Dia memaparkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai lebih dari 24 ribu, dan korban kehilangan organ tubuh mencapai sekitar 12 ribu.

Aan mengatakan, Korlantas Polri juga terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, termasuk Jasa Raharja selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab mengelola asuransi kecelakaan lalu lintas.

“Sudah banyak kerja sama yang dilakukan Jasa Raharja dengan Korlantas, baik dari fungsi preventif atau pencegahan maupun fungsi social engineering (rekayasa sosial),” ujarnya.

Plt. Kakorlantas itu mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas, dan menanamkan dalam diri bahwa keselamatan lalu lintas merupakan sebuah kebutuhan.

“90 sampai 100 persen aktivitas yang dilakukan masyarakat pasti menggunakan jalan raya, menggunakan kendaraan bermotor. Kita harus menggelorakan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan kita, keselamatan adalah kebutuhan asasi,” kata Aan.

Menurut Aan, kebiasaan tertib berlalu lintas penting untuk terus dibangun di tengah masyarakat mengingat kecelakaan lalu lintas dapat memberikan efek dahsyat tak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

“Kita lihat para korban kecelakaan ada yang kehilangan kakinya, kehilangan pekerjaan. Kita bayangkan juga yang meninggal dunia dan dia meninggalkan anak istrinya, ada berapa anak yatim dan janda akibat kecelakaan,” tutur Aan. (ant/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Selasa, 27 Februari 2024
25o
Kurs