Cabang olahraga whusu Jawa Timur optimis bisa memberi kontribusi yang terbaik untuk kontingen PON Jatim di PON ke-19 di Jawa Barat yang saat ini sedang berlangsung.
Budi Leksono reporter Suara Surabaya melaporkan, Yongky Tanasa satu diantara official tim whusu Jatim untuk PON mengatakan, target yang dicanangkan KONI Jatim untuk whusu sangat realistis. Tiga medali emas hal yang relatif bisa diwujudkan tim whusu Jatim.
Optimisme Jatim sesudah melihat persiapan yang dilakukan sejak 3 tahun lalu. Jatim punya peluang besar untuk mewujudkan ambisi 3 emas.
Selain sudah melakukan try out ke China sebagai asal muasal olahraga whusu, Jatim juga mendatangkan pelatih dari sana.
Yongky Tanasa mengatakan, di PON Jawa Barat kali ini whusu Jatim ditarget minimal bisa menyumbangkan 3 medali emas. Tiga medali selain disumbang dari taulo juga sansou atau jurus dan tarung.
Peluang 3 emas cukup terbuka, apalagi hasil positif di pertandingan pertama kemarin sudah diwujudkan satu diantaranya atletnya yang berhasil mendapatkan medali emas atas nama Bobbie Valentinus di nomor taiji-quan.
Bobbie mendapatkan emas sesudah mengumpulkan poin nyaris sempurna 9,45. Bobbie mengalahkan Julius Yoga Kurniawan dari Yogyakarta dan Freddy dari Sumatera Utara.
Sementara di putri untuk nomor chang-quan, Felda Elfira nyaris dapat emas. Felda hanya mampu menyumbang perak sesudah mengumpulkan poin 9,52 selisih satu poin dari peraih emas Monica Francisca dari Jawa Barat.
Tapi hari ini Felda masih punya peluang besar untuk menyumbang emas di nomor golok toya dan pedang tombak. Ini bisa menjadi milik Felda meski persaingan whusu sekarang sudah mulai merata.
Di PON 2016 tahun ini, atlet whusu Jatim berkekuatan 15 atlet. 10 dari nomor taulo sementara 5 sisanya dari sanshou.
Di PON 2012 Riau lalu, cabang whusu berhasil menyumbangkan 3 medali emas, semuanya dari nomor taulo. (bud/dwi/rst)
NOW ON AIR SSFM 100
