Rabu, 6 Juli 2022
Indonesia Terbuka 2018

Ganda Putri Indonesia Tidak Tersisa Setelah Greysia/Apriyani Tersisih

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: Antara

Duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu, tersisih dari turnamen Indonesia Terbuka 2018 setelah tak kuasa menahan laju unggulan kedua asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota pada perempat final, Jumat (6/7/2018).

Dalam pertandingan delapan besar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, Greysia/Apriyani menyerah dalam pertandingan dua gim langsung selama 50 menit yang berakhir dengan skor 14-21, 20-22.

Hasil ini, merupakan kekalahan pertama yang dialami Greysia/Apriyani dari ganda putri peringkat tiga dunia tersebut karena dalam dua pertemuan sebelumnya, duet Indonesia selalu berhasil memetik kemenangan.

Saat pertandingan memasuki gim kedua, Greysia/Apriyani sebetulnya berpeluang besar untuk melanjutkan pertandingan ke gim ketiga saat kedudukan gim point 20-17. Namun, lima poin berturut-turut yang diraih Fukushima/Hirota membuat pasangan Indonesia kehilangan kesempatan.

Selepas pertandingan pasangan ganda putri terbaik Indonesia ini menyebut duet Jepang saat ini sedang menanjak, terutama soal ketenangan mereka di lapangan.

“Mereka sangat dewasa menanggapi tiap tekanan di pertandingan kali ini. Dari segi teknik sama imbang, tapi kali ini mereka lebih dewasa. Kami ingin perbaiki lagi, supaya kami lebih dewasa,” tutur Greysia selepas pertandingan.

Duet tersebut mengaku sebetulnya mereka sudah mempersiapkan pola permainan sebelum bertanding, tetapi mereka dikalahkan oleh keadaan di lapangan yang membuat mereka tak bisa menerapkan hal tersebut.

“Mungkin kami kurang fokus dan konsentrasi di poin-poin akhir,” ucap Apriyani di lokasi yang sama.

Hasil di Indonesia Terbuka tersebut bagi Greysia/Apriyani akan menjadi bahan evaluasi mereka bersama pelatih Eng Hian sebagai langkah persiapan juga untuk berlaga di dua kejuaraan penting yang akan diikuti Greysia/Apriyani, yakni Kejuaraan Dunia 2018 dan Asian Games 2018.

“Kami selalu evaluasi, tetapi tidak mau berpikir terlalu jauh, Indonesia Terbuka ini dulu yang menjadi evaluasi kami. Kami mau jaga ekspektasi yang pas, tidak terlalu berlebih tapi nggak kekurangan semangat juga. Kami selalu berharap yang terbaik di kejuaraan yang besar,” ujar Greysia, seperti dilansir Antara.

“Sebetulnya tiap atlet kondisinya tidak ada yang 100 persen karena sudah over use. Semua atlet tiap masuk lapangan sudah kesakitan, kami jaga supaya tidak terlalu berlebihan dalam bergerak, supaya tidak cedera,” kata Greysia menambahkan.

Dengan hasil yang didapat Greysia/Apriyani di perempat final ini, ganda putri tuan rumah dipastikan tidak lagi memiliki wakil setelah pasangan-pasangan lainnya terhenti di putaran satu dan dua Indonesia Terbuka 2018.

Sejauh ini, Indonesia baru berhasil mendaratkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di semifinal Indonesia Terbuka 2018.(ant/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
24o
Kurs