Jumat, 3 Desember 2021

Ozil Putuskan Tidak Akan Main Untuk Timnas Jerman Setelah Terima Diskriminasi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Mesut Ozil bintang sepak bola Jerman. Foto: Reuters

Mesut Ozil bintang sepak bola Jerman, yang telah menuai kecaman luas karena fotonya bersama Tayyip Erdogan Presiden Turki. Pada Minggu (22/7/2018), ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan lagi bermain untuk timnas Jerman.

“Dengan berat hati dan setelah memikirkan banyak pertimbangan atas peristiwa baru-baru ini, saya tidak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional, sementara saya dianggap memiliki perasaan rasisme dan tidak hormat,” kata Ozil dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun twitter-nya.

Dilansir Antara, ia menegaskan bahwa dirinya mendapat diskriminasi yang tidak adil seputar pertemuannya dengan Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki pada Mei lalu.

Ozil (29) merupakan bagian dari skuat Jerman yang tersingkir di fase grup Piala Dunia di Rusia. Ia menjadi target kritik untuk penampilannya serta pertemuannya dengan Erdogan, yang dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Ozil memiliki darah Turki dan membela aksinya melalui pernyataan panjang, pertama kalinya ia membahas masalah ini di depan umum.

“Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini mengenai saya menghormati institusi tertinggi negara keluarga saya,” kata Ozil dalam pernyataannya di Twitter.

Ia juga membeberkan perlakuan yang diterimanya dari asosiasi sepak bola Jerman membuatnya enggan untuk membela timnas Jerman.

“Pekerjaan saya adalah pemain sepak bola dan bukan politisi, dan pertemuan kami bukan merupakan dukungan kebijakan apapun. Perlakuan yang saya terima dari DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) dan banyak pihak lainnya membuat saya tidak lagi ingin mengenakan kaus tim nasional Jerman,” tambah Ozil.

Dengan adanya peristiwa ini, ia merasa bahwa usahanya selamanya ini dilupakan begitu saja.

“Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya pada 2009 telah dilupakan,” katanya.

Ozil mengungkapkan bahwa orang-orang dengan latar belakang diskriminasi rasial semestinya tidak diizinkan bekerja di federasi sepak bola terbesar di dunia. Terlebih di federasi tersebut memiliki pemain-pemain dari keluarga berkebudayaan ganda. Ia sangat menyanyangkan sikap federasi yang tidak merefleksikan para pemain yang diwakili.

“Dengan berat hati dan setelah melakukan banyak pertimbangan karena kejadian-kejadian terkini, saya tidak akan lama lagi bermain untuk Jerman di level internasional karena saya memiliki perasaan rasisme dan tidak dihormati,” tambahnya.

Ozil yang merasa sakit hati mengatakan bahwa ia tidak bangga lagi mengenakan kaus Timnas Jerman paska diskiriminasi yang ia terima.

“Saya dulu mengenakan kaus timnas Jerman dengan perasaan bangga dan kegembiraan, namun sekarang tidak lagi,” ujarnya.(ant/tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs