Minggu, 28 November 2021

Eko Yuli Sabet Emas Piala Dunia 2019

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Bendera Merah-Putih berkibar dalam Piala Dunia Angkat Besi 2019 di Fuzhou, China, Sabtu (23/2/2019), setelah atlet nasional Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali emas pada kelas 61 kilogram putra. Eko meraih total angkatan 297 kilogram. Angkatan itu terdiri dari angkatan snatch 136 kilogram dan angkatan clean and jerk 161 kilogram. Foto: Tim Angkat Besi Indonesia

Atlet angkat besi nasional Eko Yuli Irawan berhasil menyabet medali emas dalam Piala Dunia Angkat Besi yang berlangsung di Fuzhou, China, pada 22-27 Februari.

“Eko berhasil meraih satu emas dan dua medali perak. Sedangkan atlet lain Deni mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu,” kata Alamsyah Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) seperti dilansir Antara, Sabtu (23/2/2019) malam.

Eko yang turun pada kelas 61 kilogram putra meraih total angkatan 297 kilogram. Angkatan itu terdiri dari angkatan snatch 136 kilogram dan angkatan clean and jerk 161 kilogram.

Dirja Wihardja Pelatih pemusatan latihan nasional PB PABBSI mengatakan hasil yang dicapai Eko Yuli dalam Piala Dunia 2019 di China itu semakin memuluskan langkahnya untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

“Hasil itu akan mempertahankan posisi Eko pada peringkat delapan besar dunia. Tapi, Eko masih harus mengikuti lima hingga enam kejuaraan lain kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020,” kata Dirja.

Dirja menambahkan peluang Eko akan semakin besar jika dia dapat meraih medali emas dalam Kejuaraan Asia 2019 di Ningbo, China pada 18-28 April.

“Piala Dunia 2019 di Fuzhou itu adalah kejuaraan berkategori perak. Sedangkan Kejuaraan Asia di Ningbo adalah kejuaraan dengan kategori emas,” ujar Dirja.

Pada peringkat kedua perlombaan angkat besi kelas 61 kilogram putra, atlet Vietnam Thach Kim Tuan meraih posisi kedua dengan total angkatan 295 kilogram dan menyabet medali perak. Kemudian medali perunggu diraih atlet asal China Wang Hao dengan total angkatan 286 kilogram.

“Eko harus tetap menempati posisi delapan besar dunia agar lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020,” ujar Dirja.

Pada perlombaan kelas 67 kilogram putra, atlet lain Indonesia Deni meraih medali perunggu dengan total angkatan 305 kilogram. Angkatan Deni itu terdiri dari angkatan snatch 135 kilogram dan angkatan clean and jerk 170 kilogram.

Medali emas kelas 67 kilogram putra diraih Pak Jong Ju atlet Korea Utara dengan total angkatan 318 kilogram. Sedangkan Huang Minhao atlet China mendapatkan medali perak setelah menempati posisi kedua dengan total angkatan 314 kilogram. (ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
27o
Kurs