Kamis, 11 Agustus 2022

Peringati Hari Disabilitas Dunia, NPCI Jatim Gelar Kejurda Tingkat Provinsi di Surabaya

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Jatim menggelar kejuaraan daerah Altetik disabilitas tingkat provinsi di Surabaya pada Minggu (1/12/2019) di Lapangan Thor, Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Jatim menggelar kejuaraan daerah Altetik disabilitas tingkat provinsi di Surabaya pada Minggu (1/12/2019) di Lapangan Thor, Surabaya. Kejurda ini salah satunya untuk memperingati Hari Disabilitas Dunia yang diperingati setiap 3 Desember.

Imam Kuncoro Ketua National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Jatim mengatakan, event ini juga menjadi ajang pantauan terhadap potensi atlet-atlet disabilitas Jatim non Pelatnas. Ia mengatakan, event ini bukan ajang seleksi menuju Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI yang akan digelar di Provinsi Papua pada 2020 mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini, Pemprov Jatim belum mengucurkan dana untuk mendukung pelaksanaan seleksi dan pemberangkatan.

Dampaknya, hanya 19 cabang NPCI di tingkat kota/kabupaten yang bisa mengikuti kejuaraan daerah ini. Padahal, Imam mengaku ada 30 cabang tingkat kota/kabupaten yang ada di Jatim.

“Karena Ini belum ada anggaran dari APBD. Belum bisa mengakomodir semua cabang di Jatim. Ada 30 cabang NPCI. Yang hadir disini (ikut Kejurda, red), cuman cabang yang ada dana. Ini dana mandiri. Termasuk kepanitiaan ini juga dana mandiri, tidak ada sepeserpun dana dari APBD. Seleksinya (menuju Peparnas, red) 2020. InsyaAllah kalau anggaran kami diakomodir APBD, (seleksi, red) ini akan lebih selektif,” jelasnya ketika ditemui di Lapangan Thor, Surabaya pada Minggu (1/12/2019).

Ia menjelaskan, NPCI merupakan induk organisasi olahraga disabilitas yang kedudukannya setara dengan KONI. Sehingga, harusnya mendapat anggaran sendiri dari APBD. Ia juga mengatakan, saat ini, semua event olahraga di semua tingkatan sudah memiliki event tersendiri untuk atlet disabilitas.

“Karena eventnya ini, mulai dari tingkat dunia sampe PON ini satu paket. 2020 nanti ada olimpiade, ada paralympic games. Asian Games kemarin, ada Asian Paragames. Sea games ada Asean Paragames. PON ada Peparnas,” jelasnya.

Ia berharap, Pemprov Jatim segera memberi perhatian pada atlet disabilitas Jatim melalui NPCI. Ia mengaku, saat ini pihaknya sudah dijanjikan oleh DPRD Jatim untuk dimediasi terkair persoalan ini.

“Kalau belum ada dana, tetap saya berangkat (seleksi dan mengirimkan perwakilan ke Peparnas, red). Seperti apa, dengan seadanya tetep saya upayakan berangkat. Gak tau caranya gimana, kita komit, apapun terjadi, tetap berangkat,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam Kejurda ini, ada delapan cabang olahraga yang dilombakan. Masing-masing yaitu lari 100m, lari 200, lari 400, lari 1500, lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, dan cakram. Cabang olahraga ini nantinya akan dibedakan juga dengan jenis disabilitas yang dimiliki atlet. Beberapa diantaranya yaitu kelas tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa (kategori upper dan lower). (bas/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
26o
Kurs