Rabu, 28 Februari 2024

Satgas PON Jatim Minta Pemkot Surabaya Pertimbangkan Ulang Aturan Karantina

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Logo dan maskot PON XX Papua 2021. Foto: PB PON Papua

Muhammad Nabil Ketua Satgas Kontingen Jatim untuk PON XX Papua meminta Pemerintah Kota Surabaya mempertimbangkan kembali aturan karantina kepada atlet dan ofisial sepulang dari Papua.

“Kebijakan ini perlu dipertimbangkan karena sebelum berangkat ke Papua atlet sudah tes usap PCR. Lalu, ketika di Papua dilakukan antigen sebelum bertanding, serta menjelang kepulangan juga PCR,” ujar Nabil, Selasa (5/10/2021) malam WIT dilaporkan Antara.

Bahkan, kata dia, sejak September 2020 ketika KONI Jatim menggelar Puslatda New Normal (PNN), para atlet juga menjalani karantina serta tes usap PCR secara berkala.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya mengeluarkan peraturan soal karantina yang tertuang melalui surat Nomor: 443.2/13174/436.8.4/2021 tertanggal 4 Oktober 2021 yang ditujukan kepada Ketua Umum KONI Surabaya.

Dalam aturan tersebut disebutkan, Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat meminta kepada seluruh atlet dan/atau ofisial yang memiliki KTP dan/atau berdomisili di Surabaya wajib melaksanakan karantina di tempat yang difasilitasi oleh pemkot setibanya dari mengikuti PON XX di Papua.

Karantina dilaksanakan selama lima hari, serta dilakukan tes usap pada hari keempat di tempat karantina.

Nabil mempertanyakan mengapa hanya kepulangan warga dari Papua yang harus dikarantina, sementara kebijakan serupa tidak diberlakukan bagi warga Surabaya yang balik dari daerah lain.

Menurut Nabil, kebijakan ini akan menjadi sensitif dan membuat tersinggung pihak lain karena hanya Pemkot Surabaya yang mengeluarkan aturan seperti ini.

“Yang dari Papua kalau tiba di daerah lain di Indonesia tidak pakai karantina,” ucap Ketua Harian KONI Jatim tersebut.

Seandainya ada atlet positif Covid-19 saat di Papua, kata Nabil, juga sudah disiapkan tempat isolasi mandiri dan dipastikan tidak bisa pulang sampai hasil tes PCR-nya dinyatakan negatif.

“Dengan kerendahan hati, saya berharap aturan karantina ini dipertimbangkan lagi. Kebijakan ini dapat menimbulkan masalah baru antara Jawa Timur dan Papua,” kata Nabil.(ant/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
26o
Kurs