Rabu, 1 Februari 2023

Indonesia Kirim 52 Wakil ke ASEAN Deaf Games 2022

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Gunawan Suswantoro Sekretaris Kemenpora (kiri depan) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam ASEAN Deaf Games 2022 di Plaza Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (18/11/2022). Foto: Kemenpora

Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin), mengirim 52 wakil untuk berlaga dalam gelaran multievent ASEAN Deaf Games 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia, 20-27 November.

Mereka akan bertanding dalam tiga dari empat cabang olahraga, yakni atletik, bulu tangkis, dan futsal. Sementara untuk boling, Indonesia tak mengirim perwakilan.

Para pewakilan tersebut, secara resmi dilepas oleh Gunawan Suswantoro Sekretaris Kemenpora bersama dengan Raden Isnanta Deputi Pembudayaan Olahraga sekaligus Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga di Plaza Kemenpora, Senayan Jakarta, Jumat (18/11/2022).

“Kami berharap agar atlet yang berlaga di Malaysia dapat membawa nama baik bangsa Indonesia dan menjaga kehormatan bangsa Indonesia dan kibarkan bendera Merah Putih serta mengumandangkan lagu Indonesia Raya,” kata Gunawan seperti dikutip Antara.

Sekretaris Kemenpora itu juga berpesan agar semua kontingen Indonesia menjaga kesehatan dan meningkatkan soliditas. Agar, bisa mendapatkan kemenangan pada setiap pertandingannya.

Selain itu juga harus mengedepankan sportivitas dunia mengenal Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi integritas. “Indonesia harus jaya, Indonesia harus menang, dan kita semua bangga,” pungkas Gunawan.

Sebagai informasi, khusus untuk cabang bulu tangkis Indonesia sebelumnya berhasil membawa pulang dua emas dari Kejuaraan Badminton Tunarungu Asia Pasifik edisi keenam di Pattaya Chonburi, Thailand, 14-21 September 2022 lalu.

Emas pertama didapat Ilyas Rachman Ryandhani dari nomor tunggal putra. Kemudian, saat berpasangan dengan Edi Susanto Ilyas kembali mempersembahkan medali emas pada nomor ganda putra.

Adapun ASEAN Deaf Games 2022 merupakan edisi pertama setelah Bangkok, Thailand, yang seharusnya menjadi tuan rumah pada 2019. Ajang tersebut batal digelar karena dianggap tidak memenuhi kewajiban dan persyaratan minimum terkait administrasi dan manajemen yang telah ditetapkan. (ant/bil)

Berita Terkait

Indonesia Ambil Bagian Dalam ASEAN Deaf Games 2022