Kamis, 2 Februari 2023

Preview Piala Dunia 2022: Wales vs Inggris

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi - Preview Piala Dunia 2022: Wales vs Inggris. Foto: Antara

Wales kemungkinan besar gagal mencapai 16 besar Piala Dunia 2022 karena lawan terakhirnya dalam Grup B adalah Inggris yang hanya membutuhkan hasil seri dalam laga yang disebut sebagai Battle of Britain, Selasa (29/11/2022) dini hari atau pukul 02.00 WIB, Rabu (30/11/2022).

Wales menduduki urutan buncit dalam Grup B dengan satu poin atau tiga poin di bawah Inggris, dan masing-masing berselisih satu serta dua poin di bawah Iran dan Amerika Serikat.

Jika Inggris mendapatkan satu poin saja dari laga melawan Wales, dan saat bersamaan salah satu dari Iran atau Amerika Serikat memenangkan pertandingan mereka, maka Wales otomatis pulang lebih awal dari Qatar.

Seperti dikutip Antara dari Reuters, 64 tahun lamanya Wales menunggu masuk kembali putaran final Piala Dunia, tetapi setelah gawang mereka dua kali dibobol oleh Iran pekan silam, sepertinya tim ini hanya tinggal sebentar lagi berada di Qatar.

Kekalahan terakhir itu membuat Wales tersungkur di dasar Grup B dan wajib mengalahkan Inggris yang hanya pernah 14 kali mereka kalahkan dari total 104 pertemuan di antara keduanya sejak 1879.

Bahkan kemenangan mungkin tak cukup menyelamatkan Wales karena masih membutuhkan akhir seri dalam pertandingan Iran melawan Amerika Serikat.

Wales tak perlu semua skenario itu agar bisa masuk 16 besar jika menang dengan selisih empat gol, yang mana nyaris mustahil didapatkan dari lawan setangguh Inggris.

Mengingat semua skenario yang dirasa terlalu berat itu maka Wales pun menjadi hanya ingin fokus kepada bagaimana memenangkan laga terakhirnya, lebih karena lawan yang dihadapinya, bukan kepada lolos tidaknya mereka. Masalahnya sejak 1984 mereka tak pernah bisa mengalahkan Inggris.

Jika itu yang menjadi tujuan mereka, maka Wales bakal mengharapkan Gareth Bale mengeluarkan segala kemampuan terbaiknya seperti saat membuat gol penyama kedudukan ketika melawan Amerika Serikat namun tak bisa berbuat apa-apa saat menghadapi Iran.

Tottenham Hotspur mantan pemain Real Madrid yang berusia 33 tahun itu kemungkinan besar akan memainkan pertandingan Piala Dunia terakhir dalam karirnya.

Sementara Inggris berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman sehingga memimpin grup ini. Mereka menang besar 6-2 atas Iran tapi kemudian diimbangi 0-0 oleh tim muda Amerika Serikat.

Gareth Southgate manajer Inggris mungkin menurunkan kembali susunan sebelas pemain pertama yang sama seperti dengan dua pertandingan sebelumnya.

Tetapi ada baiknya dia mencoba komposisi baru, apalagi setelah ditahan seri 0-0 oleh Amerika itu. Jika langkah ini yang diambil Southgate, maka Jack Grealish dan Callum Wilson sebagai pemain-pemain yang pantas dimainkan sejak menit pertama.

Inggris hanya bisa tersingkir dari turnamen ini jika kalah empat gol, dan ini berat sekali bagi Wales. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Southgate membuat formula baru mengingat risikonya juga sangat kecil.

Menyimpan tenaga Harry Kane striker untuk laga babak 16 besar juga menjadi pertimbangan di balik rekomposisi skuad itu.

Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018 yang belum mencetak gol dalam Piala Dunia 2022 ini perlu waktu lagi untuk memulihkan diri setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Iran.

“Mungkin sudah waktunya mengistirahatkan dia (Kane) demi fase gugur nanti, dan firasat saya merasa Callum Wilson mungkin akan masuk menghadapi Wales,” kata Alan Shearer mantan bintang timnas Inggris.

“Lagipula Inggris perlu menyegarkan diri agar mendapatkan kembali faktor perasaan baik setelah hasil seri yang mengecewakan melawan AS, dan guna memulihkan sedikit kepercayaan diri,” sambung Shearer.

Prediksi sebelas pemain pertama

Wales (3-4-3): Danny Ward; Chris Mepham, Joe Rodon, Ben Davies; Connor Roberts, Aaron Ramsey, Ethan Ampadu, Neco Williams; Daniel James, Kieffer Moore, Gareth Bale

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Declan Rice, Jude Bellingham; Raheem Sterling, Masount Mount, Phil Foden; Harry Kane

 

Gareth Southgate Pelatih Timnas Inggris Vs Rob Page pelatih timnas Wales. Foto: Antara

Skenario pertandingan

Wales dipastikan mengganti penjaga gawangnya dengan Danny Ward karena Wayne Hennessey terkena skorsing akibat kartu merah saat melawan Iran.

Di luar itu, Wales tak lagi menghadapi masalah yang membuatnya bebas menurunkan siapa pun dalam skuad kesebelasan mereka. Bahkan Joe Allen sudah selesai mengatasi cedera otot paha belakangnya.

Tapi Rob Page pelatih Wales kemungkinan tetap menurunkan starter-starter yang sebelumnya dia pasang dalam dua pertandingan terdahulu, termasuk mempertahankan Gareth Bale dan Aaron Ramsey walau tidak begitu bagus saat pertandingan kedua Wales.

Demikian pula dengan Daniel James dan Kieffer Moore yang sama-sama menghidupkan permainan Wales di sepertiga akhir lapangan.

Page masih akan memasang tiga bek dalam formasi 3-4-3 yang membuat Danny Ward nyaman dalam perlindungan trio Chris Mepham, Joe Rodon, dan Ben Davies di lini pertahanan.

Connoer Roberts dan Neco Williams akan bergerak lebih leluasa di kedua sayap baik dalam menopang pertahanan maupun memasok bola untuk para winger yang beroperasi bersama trisula serang Daniel James, Kieffer Moore, dan Gareth Bale.

Sedangkan Aaron Ramsey dan Ethan Ampadu menjadi jangkar di lapangan tengah yang menyeimbangkan tim dan pihak pertama yang mengendalikan serangan Inggris dari tengah.

Mereka akan bertarung dengan duet Inggris Declan Rice dan Jude Bellingham untuk menunjukkan siapa penguasa lapangan tengah dalam laga ini.

Sementara itu dari kubu Inggris, Garett Southgate juga mendapatkan skuad yang seluruhnya fit dan siap diturunkan melawan Wales, termasuk James Maddison yang sudah pulih dari cedera lutut.

Southgate juga mendapati Kyle Walker bek kanan Manchester City sudah siap dimainkan. Demikian juga dengan Trent Alexander-Arnold.

Untuk barisan depan Southgate yang enggan memasukkan Phil Foden sebagai pengisi tempat Mason Mount kemungkinan bisa memainkan Foden sejak awal akibat permainan Bukayo Saka yang tidak begitu bagus saat melawan Amerika Serikat.

Sedangkan kapten Harry Kane yang diminta sejumlah kalangan untuk diistirahatkan demi menyegarkan tim tetap diturunkan sebagai starter di ujung depan lini depan di belakang trio Raheem Sterling, Masount Mount, dan Phil Foden.

Dengan formasi seperti ini Inggris tak mau puas dengan hasil seri, apalagi sampai kalah. Mereka ingin menang karena bisa mendapatkan lawan yang tak terlalu sulit pada babak 16, antara Ekuador dan Senegal karena Belanda kemungkinan besar menjuarai Grup A.

Dalam drawing 16 besar, juara Grup B bakal menghadapi runner up Grup A.

Statistik penting kedua tim

Inggris dan Wales sudah berhadapan 103 kali sejak 1879. Inggris menang 68 kali, sedangkan Wales menang 14 kali.

Terakhir mereka bertemu pada Oktober 2020 dalam laga persahabatan yang dimenangkan Inggris 3-0.

Inggris juga mengalahkan Wales dalam enam pertemuan terakhir di antara mereka. Inggris juga clean sheet dalam lima pertandingan terakhir.

Gareth Bale adalah satu-satunya pemain Wales yang mencetak gol ke gawang Inggris dalam abad ke-21 ketika Wales kalah 1-2 dalam 2016.

Inggris cukup seri untuk mencapai babak knockout, sebaliknya Wales wajib mengalahkan Inggris sambil berharap pertandingan Amerika Serikat melawan Iran berakhir imbang. Jika salah satu dari AS atau Iran menang, maka Wales harus mengalahkan Inggris dengan paling sedikit empat gol.(ant/gat/rst)

Berita Terkait