Senin, 26 Februari 2024

KORMI Jatim Ditargetkan Raih Juara Umum di Fornas Bandung

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pelepasan kontingen Jatim untuk berlaga di Fornas VII Bandung oleh Khofifah Indar Parawansa di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (29/6/2023). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) melepas sebanyak 1.592 kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jatim, yang akan berlaga di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VII di Bandung, Jawa Barat 2-3 Juli 2023 mendatang.

Pelepasan itu, dilakukan di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (29/6/2023) sore kemarin.

Dalam pelepasan itu, Khofifah membakar semangat para kontingen agar totalitas selama kompetisi berlangsung, serta bisa meraih prestasi maksimal yang membanggakan masyarakat Jatim. Salah satunya, bisa keluar sebagai juara umum.

“Selamat berlaga dan selamat berjuang pada Fornas ke-VII di Jawa Barat. Beri hasil yang terbaik untuk masyarakat Jawa Timur. Mudah-mudahan semuanya sehat dan bisa mengikuti laga dengan sportif,” ungkap Khofifah seperti dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (30/6/2023).

Gubernur Jatim itu optimis, kontingen ini bisa memberikan hasil terbaik mengingat persiapan telah dilakukan secara matang.

Optimisme itu juga didukung jumlah kontingen Jatim yang mencapai 1.592 peserta dan official, meningkat dua kali lipat dari ajang Fornas VI di Sumatera Selatan yang hanya sebanyak 708.

Selain itu, jumlah Cabang Organisasi Olahraga Masyarakat (COOM) di Jatim yang terlibat di Fornas tahun ini juga meningkat. Dari 41 COOM di Fornas VI, di Fornas VII jadi 50 COOM.

“Dengan semua peningkatan ini tentunya kita harus yakin dan optimis Jatim dalam ajang Fornas tahun ini bisa meraih hasil terbaik dan membawa medali sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah juga mempunyai desain besar olahraga nasional yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi dan industri olahraga. Semuanya diatur dalam Perpres nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Untuk itu, saya meminta Ketua KORMI Jatim untuk membuat desain olahraga rekreasi masyarakat yang lebih sistemik dan detail. Karena olahraga rekreasi masyarakat ini bisa mengolah seni, rasa, dan budaya, selain tentunya juga olah raga,” urainya.

Ke depan, dia minta agar seluruh 38 kabupaten/kota di Jatim semuanya sudah dibentuk KORMI, dimana saat ini sudah ada 21 yang terbentuk dan dikukuhkan kepengurusannya.

Lebih lanjut, Khofifah secara khusus meminta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jatim bersurat kepada Ketua Umum KORMI pusat. Supaya, pada Tahun 2027, Jatim dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Fornas ke-IX.

“Biasanya kalau bersiap jadi tuan rumah masing-masing daerah lebih serius dan lebih sistemik persiapannya. Maka para penggiat olahraga rekreasi masyarakat yang hari ini ada 50 COOM sangat mungkin nanti akan berkembang lagi,” katanya.

Sementara itu, Hudiyono Ketua KORMI Jatim dalam laporannya menyampaikan, Fornas ini menjadi ajang lomba dan kompetisi serta silaturahmi antar penggiat olahraga masyarakat.

“Kuantitas penggiat olahraga masyarakat yang tergabung dalam COOM dibawah naungan KORMI tahun ini meningkat. Selain itu, kualitas kontingen Jatim juga meningkat. Insya Allah tahun ini kita bisa menjadi juara umum,” ujarnya.

Guna mendukung kontingen Jatim, Pemprov Jatim melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jatim juga telah menyiapkan beragam fasilitas. Salah satunya posko sekretariat di Jalan Jingga Residence Blok B Nomor 18, Soreang, Kabupaten Bandung.

Sebagai informasi, COOM Kontingen Jatim ini terdiri dari tiga kelompok. Pertama, Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT) yang terdiri dari APSI pemandu sorak, ABU FAI INNASOC dan porgasi dari air softgun, ABI komunitas sepeda bmx, iespa e-sport, formasi olahraga mancing, kis skate board, iof offroad, FBSI breakdance, dan lain sebagainya.

Kedua, Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK) terdiri dari komunitas senam dan dansa. Seperti ADYTI, IODI, ILDI, warga tulang sehat, PORPI pernapasan, yayasan asma dan yayasan jantung, dan lain sebagainya.

Ketiga, Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) terdiri dari PSNPP APPSBU dan KPSN dari pencak silat tradisi budaya, asta tarung tradisional, BKI kempo, DKKI YPOK INAKTF karate tradisional, FOKBI kreasi budaya, FORSPEK ketapel, IDCA drumband, portina olahraga tradisional seperti hadang gobak sodor, dagangan, trompah panjang dan egrang, dan lain-lain. (bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Senin, 26 Februari 2024
26o
Kurs