Minggu, 21 April 2024

Vingegaard Jaga Posisi Setelah Pogacar Menyerang di Etape 13 Tour de France

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tadej Pogacar Pebalap tim UAE Emirates asal Slovenia (depan) berpacu dengan Jonas Vingegaard pebalap tim Jumbo-Visma asal Denmark pada etape 13 Tour de France, Jumat (14/7/2023). Foto: Antara/ AFP

Jonas Vingegaard juara bertahan menjaga kaus kuning sebagai pemimpin klasemen Tour de France setelah Tadej Pogacar rival utamanya, menyerang demi memangkas defisit waktu dari sang pebalap tim Jumbo-Visma di etape 13, Jumat (15/7/2023).

Melansir Antara, pada etape pegunungan sepanjang 138km dari Chatillon-Sur-Chalaronne itu, Vingegaard finis keempat, atau empat detik terpaut dari Pogacar yang finis ketiga dan juga merebut bonus empat detik.

Oleh karenanya, pebalap asal Denmark itu kini terpaut hanya sembilan detik dari rival asal Slovenia-nya itu dalam perebutan puncak klasemen umum.

“Bagi kami, ini hari yang sukses karena kami memangkas beberapa detik. Tour ini masih panjang dan kami berada dalam kondisi yang baik. Kami akan menjalani hari demi hari melihat kesempatan seperti ini untuk mengambil beberapa detik,” kata Pogacar.

“Ini kerja sama tim yang sangat baik. Bahkan apabila kami tidak merebut kemenangan etape, ini masih merupakan kemenangan dalam pertarungan merebut kaus kuning,” imbuhnya.

Pogacar bermain aman hampir sepanjang hari di dalam peloton dan saat melintasi tanjakan 17,4km dengan gradien 7,1 persen sebelum melancarkan serangannya, untuk membuktikan kapasitas sebagai spesialis tanjakan.

Rekan-rekan satu timnya di UAE Emirates mendikte kecepatan peloton sebelum tanjakan, dan kemudian mengejar para pebalap yang memisahkan diri.

Namun, di puncak Grand Colombier, Michal Kwiatkowski dengan sempurna menjaga staminanya demi merebut kemenangan etape keduanya pada Tour de France, setelah sang pebalap Polandia itu memisahkan diri dari peloton dan finis sendirian di depan, meninggalkan Maxim Van Gils pebalap Belgia 47 detik di peringkat kedua, dan Pogacar tiga detik berselang untuk melengkapi podium.

“Tanjakan terakhir sangatlah panjang, perjuangan paling brutal dalam hidup saya,” kata Kwiatkoski setelah mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim Ineos Granadier di Tour tahun ini.

“Tanpa para fan, kemenangan ini tidak akan mungkin terjadi. Mereka membantu saya sepanjang jalan menuju finish,” pungkasnya. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 21 April 2024
28o
Kurs