Apriyani Rahayu menyebut komunikasi menjadi salah satu aspek yang terus dibangun bersama Bagas Maulana sejak keduanya pertama kali dipasangkan sebagai ganda campuran.
Meski belum genap sebulan berduet, Bagas/Apriyani mampu menunjukkan perkembangan positif selama tampil di Surabaya International Challenge 2026.
Menurut Apriyani, proses membangun komunikasi dilakukan secara bertahap sejak pertandingan pertama hingga babak semifinal.
“Jadi memang kami dari basic dari double, tapi kami coba untuk belajar satu sama lain dan mungkin sudah mulai terbentuk sedikit demi sedikit, hari demi hari. Dari pertama kami main sampai hari ini,” kata Apriyani.
Apriyani mengatakan, komunikasi di lapangan menjadi semakin penting karena keduanya harus memahami karakter dan pola permainan masing-masing. Selain saling mengingatkan, Bagas dan Apriyani juga berusaha menerima masukan selama pertandingan.
“Alhamdulillah kami bisa berkomunikasi dengan baik juga. Jadi hari ini cukup baik dan kami juga memang harus terus jaga tempo sama hawanya,” ujarnya.
Menurut Apriyani, faktor usia yang relatif sebaya juga membantu komunikasi mereka. Namun, dia menilai pengalaman Bagas turut memberikan warna dalam proses membangun pasangan baru tersebut.
“Dengan seumuran ini, apalagi dengan Bagas yang sudah cukup banyak pengalaman juga, memang tinggal dia akan selalu terima, saya pun juga sama,” tutur Apriyani.
Apriyani mengaku tidak masalah ketika Bagas memberikan kritik yang cukup keras selama berada di lapangan. Baginya, masukan tersebut diperlukan untuk memperbaiki permainan.
“Meskipun Bagas komentarin saya, kritik saya yang sangat pedas, tapi saya harus menerima karena itu untuk kebaikan saya. Sebaliknya juga begitu. Kalau buat kebaikan, ya kenapa enggak,” katanya.
Komunikasi dan saling percaya menjadi bagian yang terus mereka kembangkan seiring bertambahnya pengalaman bermain bersama.
Keduanya kini tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar pada turnamen yang menjadi salah satu ajang awal bagi pasangan baru tersebut.
Di semifinal pada Sabtu (26/9/2026), Bagas Maulana/Apriyani Rahayu yang menjadi unggulan kelima, menang atas Muhammad Al Farizi/Jessica Maya Rismawardani dengan skor 11-21, 21-13, 21-17.
Pada partai final pada Minggu (27/9/2026) di GOR Sudirman Surabaya, Bagas/Apriyani akan menghadapi Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti.
Rehan/Melati ke final setelah mengalahkan sesama atlet Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana dengan skor 21-16, 21-14. (saf/iss)









