Sabtu, 3 Oktober 2026

Asian Games 2026: Bintang Akbar Cedera di Final, Voli Pantai Indonesia Raih Perak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi berhadapan dengan Cherif Samba/Ahmed Janko dalam final voli pantai Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu (3/10/2026). Foto: Asian Volleyball

Cedera Bintang Akbar menjadi salah satu kendala pasangan Indonesia Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi dalam perebutan medali emas voli pantai putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bintang/Sofyan harus puas meraih medali perak setelah kalah dari pasangan Qatar, Cherif Samba/Ahmed Janko, dalam pertandingan final di Jepang, Sabtu (3/10/2026).

Pertandingan berlangsung ketat hingga tiga set. Indonesia sempat mengamankan set pertama dengan skor 21-19, tetapi Qatar bangkit dan merebut set kedua 21-16.

Pada set penentuan, kondisi Bintang semakin menurun. Cedera yang dialaminya membuat pergerakannya di lapangan tidak lagi maksimal sehingga Indonesia harus menyerah 8-15.

Andi Ardiansyah pelatih voli pantai putra Indonesia menjelaskan, cedera Bintang bermula ketika kaki pemain Indonesia tersebut menginjak kaki lawan di dekat net.

Menurut Andi, kaki pemain Qatar masuk ke area permainan Indonesia ketika melakukan blok. Cedera tersebut awalnya tidak terlalu terasa, tetapi rasa sakit semakin meningkat sepanjang pertandingan.

“Bintang cedera karena menginjak kaki lawan. Kaki lawan masuk ke lapangan kita saat mengeblok. Dari awal tidak begitu terasa, tetapi lama-lama terasa sakit. Bintang tidak bisa jalan setelah bermain, kakinya bengkak. Bukan rezeki kita,” kata Andi.

Andi menilai duel Indonesia dan Qatar sebenarnya berjalan cukup berimbang. Namun, cedera yang dialami Bintang membuat mobilitasnya terganggu, terutama ketika pertandingan memasuki set ketiga.

“Secara permainan kedua tim berimbang. Mungkin kalau tidak cedera, beda hasilnya karena pergerakan menjadi sakit. Sebenarnya anak-anak bermain sesuai instruksi,” ujarnya.

Cedera tersebut juga berpotensi memengaruhi agenda Bintang/Sofyan setelah Asian Games. Pasangan Indonesia itu sebelumnya direncanakan mengikuti tur di Turki mulai 13 Oktober 2026, kemudian melanjutkan rangkaian pertandingan ke Jepang.

Andi mengatakan, kondisi Bintang akan menjadi pertimbangan sebelum tim menentukan keikutsertaannya dalam agenda tersebut.

“Rencana ikut tur ke Turki 13 Oktober bisa batal. Namun, kita lihat kondisinya. Setelah Turki ada tur ke Jepang,” kata Andi.

Di sisi lain, Sofyan mengakui pasangan Qatar tampil efektif sepanjang pertandingan final. Menurut dia, pengalaman Cherif/Ahmed di level internasional menjadi salah satu faktor yang membuat mereka mampu mengatasi tekanan pertandingan.

“Harus diakui, lawan bermain sangat bagus. Mereka benar-benar tahu bermain. Mereka pemain top dunia, punya pengalaman banyak dan jam terbang tinggi,” ujar Sofyan.

Cherif/Ahmed memang memiliki pengalaman panjang di kompetisi internasional. Pasangan Qatar tersebut pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020 dan menjadi juara bertahan Asian Games setelah merebut medali emas pada edisi 2018 dan 2022.

Sementara itu, Bintang/Sofyan melangkah ke final setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah Jepang, Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, pada semifinal, Kamis (1/10/2026).

Dalam pertandingan tersebut, pasangan Indonesia tampil solid dan menang dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-18. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
32o
Kurs