Bernardo Tavares pelatih Persebaya Surabaya meminta timnya tidak terlena setelah meraih hasil positif selama pramusim.
Kemenangan 1-0 atas Penang FC dalam laga uji coba internasional, Sabtu (15/8/2026) malam, dinilai bukan alasan bagi Bajul Ijo untuk merasa sudah berada di level terbaik.
Menurut Tavares, hasil pertandingan pramusim bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah memastikan Persebaya terus berkembang dan siap menghadapi kompetisi resmi yang akan dimulai pada 5 September 2026.
“Ini bagus untuk pemain, klub, dan Bonek-Bonita. Menang trofi (Piala Presiden 2026) tentu bagus. Tapi sekarang kami harus memikirkan pertandingan berikutnya dan mempersiapkan semuanya. Kami harus tetap rendah hati,” kata Tavares.
Pelatih asal Portugal itu mengingatkan bahwa Persebaya masih berada dalam fase persiapan. Karena itu, evaluasi terhadap performa tim menjadi lebih penting daripada sekadar hasil akhir pertandingan.
Ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang harus dibenahi, terutama konsistensi, transisi bertahan, kondisi fisik, dan kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
“Ini adalah turnamen pramusim. Para pemain lelah dan beberapa tim yang kami hadapi juga tidak bermain dengan skuad penuh. Jadi kami harus tetap rendah hati dan menganalisis apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Meski menang atas Penang FC, Tavares melihat Persebaya masih memberikan terlalu banyak kesempatan kepada lawan, khususnya ketika memasuki fase transisi bertahan.
“Kami menunjukkan beberapa hal bagus, tetapi kami harus lebih konsisten mengulang hal-hal tersebut. Kami tidak boleh kehilangan fokus dan keseimbangan pertahanan saat transisi,” katanya.
Menurutnya, situasi tersebut harus segera diperbaiki karena lawan di kompetisi resmi nantinya akan lebih mampu memanfaatkan kesalahan kecil.
Tavares juga menekankan pentingnya menjaga fokus selama 90 menit. Menurut eks nakhoda PSM Makassar itu, pemain tidak boleh kehilangan konsentrasi hanya karena bola keluar lapangan atau terjadi situasi bola mati.
“Kami perlu meningkatkan stamina, kondisi fisik, mental, dan kontrol emosi. Ketika bola keluar, kami harus tetap fokus. Jangan sampai membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan dengan cepat,” jelasnya. (saf/ham)










