“Saya berusaha lebih konsisten dan akhirnya lawan mulai melakukan beberapa kesalahan sendiri. Dari situ kepercayaan diri saya meningkat dan di gim ketiga saya bisa menerapkan strategi dengan lebih baik serta mengambil kesempatan untuk terus menekan,” ujarnya.
Final Surabaya International Challenge 2026 menjadi final internasional pertama Chico di luar ajang Sirkuit Nasional (Sirnas). Karena itu, pencapaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi pebulu tangkis asal Indonesia tersebut.
Sementara itu, Bismo Raya Oktora yang menjadi unggulan kedua, juga harus melalui pertandingan tiga gim untuk mengamankan tiket final. Bismo mengalahkan Dendi Triansyah sesama atlet Indonesia sekaligus unggulan ketiga, dengan skor 21-14, 16-21, 21-15.
“Ini merupakan final kedua saya. Sebelumnya saya menjadi runner-up. Dari pertandingan sebelumnya sebenarnya tidak ada masalah dari sisi teknik maupun fisik, yang menjadi masalah justru pikiran saya. Jadi sekarang saya ingin lebih menjaga pikiran, mental, dan fokus supaya bisa bermain maksimal,” ujar Bismo.
Menghadapi Bismo di final, Chico menyatakan akan kembali mempersiapkan pola permainan dan berusaha tampil maksimal. Ia juga berharap pertandingan sesama wakil Indonesia tersebut berlangsung dengan baik.
“Karena ini All Indonesian Final, semoga pertandingan berjalan baik dan yang terbaik untuk Indonesia,” tuturnya. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

